DARUBA – Mencermati perkembangan Covid-19 atau virus corona yang mulai menyebar di wilayah Indonesia bagian Timur, DPRD Kabupaten Pulau Morotai menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai agar segera melakukan ‘Lockdown’ jangka pendek, atau menutup semua akses keluar masuk orang di Pulau Morotai baik melalui transportasi laut maupun udara.
Langkah ini, bagi DPRD, bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di Pulau Morotai. Apalagi beberapa wilayah yang memiliki akses ke Morotai seperti Ternate dan Manado juga telah ditemukan kasus positif Corona. Sehingga dinilai, ‘lockdown’ merupakan langkah tepat untuk upaya pencegahan.
“Sistem karantina yang sudah kita terapkan saat ini betul bagus, tapi alangkah baiknya kami (DPRD) sarankan kepada Pemkab agar kita menutup dulu semua akses minimal 14 hari, baik Pelabuhan Feri, Bandara dan Pelabuhan Besar maupun Pelabuhan Speed. Semua yang berpotensi orang masuk dan keluar itu ditutup untuk sementara, agar supaya kita bisa mengukur tingkat kenyamanan masyarakat,” pinta Ketua Komisi III DPRD Pulau Morotai, Rasmin Fabanyo, kepada Fajar Malut, Selasa (24/3/2020).
Penutupan akses ini, lanjut dia, juga bertujuan untuk memaksimalkan kinerja Tim Satgas Covid-19 dalam menangani kasus ini.
“Agar supaya kerja-kerja tim Satgas bisa lebih sistematis, terkontrol dengan baik, maka kita tutup dulu akses sementara selama 14 hari. Kalau itu juga sudah bisa dilakukan maka saya pastikan kita Morotai akan keluar dari zona merah,” katanya.
Menurut Rasmin, sistem karantina yang diterapkan Pemkab Morotai saat ini dinilai tidak menjamin Morotai aman dari ancaman Corona.
“Kita semua sudah perhitungkan sampai dengan tanggal 29 Mei (sesuai masa tanggap darurat yang dikeluarkan pemerintah pusat), kita juga sudah menggunakan sistem karantina, misalnya penumpang datang dari luar daerah di karantina 14 hari. Tapi bagi kami lebih baik tutup total secara keseluruhan, tutup dulu akses selama 14 hari. Ini hanya saran kepada Pemerintah, mohon dipertimbangkan. Karena kita juga tidak mau, hari ini kita karantina orang, ada yang datang dikarantina lagi, dan itu membuktikan kemarin kasus di Gorontalo dan Ternate, kan tidak maksimal,” timpal Rasmin.
Kata Rasmin, saran ini memang belum disampaikan secara resmi ke Pemkab Morotai. “Kebetulan kemarin rapat DPRD dengan Banggar kita lupa mendiskusikan ini, karena kita sudah membahas metode karantina dan bicara soal besaran anggaran dan lain-lain, kita lupa fokus ke sini. Maka kita cuma sampaikan ini lewat media,” ujar Rasmin.
Seruan senada juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD Pulau Morotai, Irwan Soleman.
Bagi Irwan, opsi ‘Lockdown’ otomatis dapat mempengaruhi sektor ekonomi. Tetapi menurutnya keselamatan rakyat adalah yang paling utama.
“Lebih baik kita rugi secara materil, artinya lebih baik kita hadapi krisis keuangan di daerah di bandingkan kita rugi kehilangan nyawa,” cetusnya.
Irwan berpendapat, sistem karantina tak akan maksimal meminimalisir penyebaran corona, jika akses keluar masuk orang masih di buka.
“Sekian miliar yang dikucurkan Pemkab dalam rangka penanganan dan penanggulangan virus Corona ini juga akan tidak maksimal, kalau seluruh akses pintu masuk maupun pintu keluar itu tidak ditutup. Jadi bukan hanya menjaga pintu masuk, tapi sekaligus menutup pintu masuk dan pintu keluar. Jadi orang Morotai maupun orang dari luar yang berada di Morotai itu semestinya sudah dilarang oleh Pemerintah untuk keluar. Sebaliknya orang dari luar juga harus dilarang masuk ke Morotai. Sehingga deteksi dini oleh Tim Satgas bisa terpantau secara maksimal. Nah, kalau pintu akses ini semua di buka, apa yang menjamin?, tidak ada jaminan, apalagi hanya bertahan pada alat deteksi suhu badan, itu tidak akan maksimal dalam mendeteksi orang kenal virus atau tidak,” papar Irwan.
Bila nanti opsi lockdown menjadi pilihan, akan tetapi terkait pendistribusian bahan-bahan pokok menurut Politisi Gerindra itu, harus tetap lancar. Artinya, akses Tol Laut tetap harus dibuka.
“Kalau Tol Laut saya kira efektif, karena dia hanya mengangkut barang-barang logistik, dan tidak ada banyak manusia di situ, berbeda dengan pesawat, speed, dan kapal-kapal penumpang lainnya. Oleh karena itu saya pribadi menghimbau mari kita bersabar sejenak, kita puasa rejeki selama beberapa hari kedepan demi keselamatan nyawa manusia yang ada di Morotai,” tuntas Irwan. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Pemkab Morotai Didesak Tetapkan ‘Lockdown’"