Sejumlah Wilayah Tolak Dijadikan Lokasi Karantina

TERNATE – Warga Kelurahan Sangaji lingkungan Toloko pada Rabu (25/3) menolak gedung SKB dijadikan lokasi save karantina bagi warga yang baru datang dari luar daerah. Aksi penolakan ini dilakukan warga dengan memasang spanduk penolakan di jalan masuk menuju ke SKB.

“ Ini berdekatan dengan rumah warga, jadi tidak bisa SKB ini digunakan untuk pencegahan corona, dan kami tetap menolak itu, kenapa tara  taru saja di rumah sakit Sofifi,”  kata seorang warga sembari menyebutkan, aspirasi ini mereka sudah sampaikan ke tim gugus yang turun melakukan peninjauan lokasi. Ketua Gugus Tugas M. Arif Gani mengatakan, lokasi itu rencananya mau digunakan sebagai save karantina buat warga yang baru datang.” Cuman warga bilang apapun namanya tapi itu corona, padahal itu warga yang sehat dan pulang bepergian sebelum mereka bergabung dengan keluarga kita tampung disini dulu tapi warga tolak,” ungkapnya. Menurut Arif, di Ternate ini untuk isolasi corona hanya satu lokasi yakni di RSUD Chasan Boesori. “ Jadi lokasi itu sudah dibatalkan, dan apa yang dilakukan hari ini untuk menyelamatkan masyarakat Kota Ternate,” tandasnya.

Selain itu, untuk penetapan tanggap darurat pencegahan dan penanganan virus corona, kata Arif, diperpanjang menyesuaikan dengan penetapan dari pusat.

Sementara Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman menuturkan, masa juga liburnya akan diperpanjang lagi, karena dari Nasional sudah diperpanjang 90 hari. “ Saya rasa kita akan perpanjang,” katanya. Sebab kata dia, dari pendapat ahli memprediksi corona ini nanti puncaknya di April. “ Hari ini juga saya akan minta Kabag Hukum untuk memperpanjang dadurat corona, sekaligus memperpanjang penundaan beberapa kegiatan yang sudah kita surati, misalnya legu gam, paling lambat besok kita surati lagi,” tandasnya.

Terkait dengan wacana lockdown, menurut Wali Kota, itu merupakan kebijakan pemerintah pusat yang tidak bisa dibuat sendiri oleh daerah. “Kan Presiden sudah tegaskan, lockdown itu pusat, jadi daerah tidak bisa kalau ada petunjuk lebih lanjut baru kita ada langkah, kalau untuk sementara kita mengacu ke penegasan dari pemerintah pusat,” tandasnya. Informasi yang dihimpun Fajar Malut penolakan bukan hanya warga dufa-dufa dan Sangaji, penolakan juga terjadi saat rencana BLK dijadikan lokasi karantika (cim)

Berikan Komentar pada "Sejumlah Wilayah Tolak Dijadikan Lokasi Karantina"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*