MABA – Kendatipun memiliki potensi alam yang menjanjikan, baik di bidang kelautan dan perikanan maupun pertambangan, ternyata itu tidak menjamin kesejahteraan masyarakat Kabupaten Halmahera Timur, buktinya Haltim berada pada posisi ke 6 warga berstatus gizi buruk di Maluku Utara.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Haltim Jaslan Muchlis mengatakan, Halmahera Timur terdapat 17 penderita gizi yang tersebar di beberapa kecamatan, seluruhnya terupdate pada tahun 2021 melalui data dari Puskesmas Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Puskesmas Subaim, Kecamatan Wasile, Puskesmas Pesisir Wayamli Kecamatan Maba Tengah, Puskesmas Dodaga, Wasile Timur, Puskesmas Bicoli, Maba Selatan, Puskesmas Labi-labi dan Puskesmas Patlean, Kecamatan Maba Utara.
Berdasarkan data Dinkes, pada Januari terdapat 2 kasus di Puskesmas Wayamli dan 2 kasus di Puskesmas Subaim. Sementara bulan Februari terdapat 1 kasus di Puskesmas Pesisir Wayamli dan 1 kasus di Puskesmas Dodaga. Pada bulan Maret terdapat 1 kasus di Puskesmas Bicoli dan 1 kasus di Puskesmas Wayamli Pesisir dan bulan April 1 kasus di Puskesmas Wayamli Pesisir dan 1 kasus di Puskesmas Labi-labi.
“Terdapat 1 kasus lagi di Puskesmas Buli, dan 1 kasus di Puskesmas Patlean pada bulan Juli. Sedangkan pada September terdapat 1 kasus di Puskesmas Buli,” beber Jaslan, Selasa (28/12/2021) di Maba.
Kata dia, Untuk penanganan kasus gizi buruk, saat ini sudah dilakukan intervensi melalui supplier PMT secara ketat di setiap puskesmas untuk menekan angka gizi buruk.(hmi)

