Hari Ini BPBD Kota Ternate Turun Identifikasi Kerusakan di Moti

M Arif Gani

TERNATE – Hujan disertai angin puting beliung yang menghantam sejumlah rumah di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti ini, dipastikan pada Selasa (4/1/2022) akan dilakukan identifikasi langsung ke lokasi kejadian.

Kepala BPBD Kota Ternate M. Arief Gani mengatakan, dampak dari angin puting beliung di Kecamatan Moti Kota Ternate itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat wilayah yang ada di kecamatan, untuk melakukan penanggulangan bencana dan pendataan kerusakan dampak dari pada hujan dan puting beliung di kelurahan Tafaga pada pukul 16.30 WIT sore tadi.

“Ada kerusakan empat rumah warga yang baru dilaporkan, dan terakhir dilaporkan bertambah satu unit rumah sehingga lima rumah rusak, namun karena tadi dilaporkan maka kami melaporkan ke pak Wali empat rumah,” katanya.

Dari koordinasi dengan perangkat wilayah di Pulau Moti kata Arief, tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut. Dan pihaknya pada Selasa (4/1/2022) akan berangkat ke Moti untuk mengidentifikasi langsung ke lapangan. “Jadi laporan itu kita tindaklanjuti besok ke lokasi langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih berada di wilayah Ternate Barat karena angin kencang dan hujan sore tadi juga dirasakan warga di sana. “Namun tidak terjadi apa-apa dan aman terkendali,” tandasnya.

Dia sendiri menghimbau warga untuk berikhtiar karena kondisi cuaca yang ada ini dari prakiraan BMKG cuaca ini diperkirakan sampai di Februari 2022, sehingga warga tetap siaga akibat dampak dari La Nina di pasifik yang bergerak ke pasifik utara. “Jadi dampaknya diperkirakan selama tiga hari kedepan hujan disertai angin sampai bisa mengeluarkan petir, sehingga masyarakat diminta waspada, karena dampaknya bisa sampai pohon tumbang, banjir dan longsor jadi yang ada di bantaran sungai juga harus waspada karena hujan deras di gunung,” pintanya.

Camat Moti Fachrudin Ginting di konfirmasi menyebutkan, awalnya dilaporkan empat unit rumah yang terkena dampak angin puting beliung namun setelah dilakukan identifikasi kerusakannya bertambah satu unit sehingga saat ini total rumah yang rusak sebanyak lima unit. “Untuk kerusakan lain belum ada,” katanya.

Warga yang rumahnya terdampak itu diantaranya Nama Nama, korban bencana Galam Bakar, Hi. Yusri Hi. Murid, Ludhar Munir, Hadia Hi. Musa dan Hi. Hamajen Hi. Safi.(cim)