TOBELO – Gempa bumi beruntun yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) pada Senin (10/01/2022) sekitar pukul 07.00 Wit dengan kekuatan 5,5 Magnitudo, membuat puluhan rumah yang tersebar di beberapa kecamatan di Halut mengalami kerusakan.
Informasi yang diperoleh media ini dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut Abner Manery menyebutkan, gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 06.59 Wit berkekuatan 5.5 Magnitudo, hingga Senin (20/01/2022) sekitar pukul 17.00 Wit, telah tercatat yang terdampak sebanyak 57 rumah dan fasilitas umum 4 unit.
Kecamatan yang terdampak diantaranya, kecamatan Tobelo Barat dan Kecamatan Kao Barat dengan desa terdampak yakni, desa Kusuri, desa Wangongira, desa Soamaetek, desa Pirago dan desa Kali.
“Dari data yang tercatat terdapat 34 unit rumah rusak ringan, 18 unit rumah rusak sedang, 5 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah ibadah rusak ringan dan 1 unit kantor desa Kusuri rusak ringan. Sementara kerugian material masih dilakukan pendataan di lapangan,” jelas Abner.
Lanjut Abner, dalam bencana gempa terdapat 1 orang cedera sedang (patah tulang) dan 1 orang cedera ringan. “BPBD Halut telah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan kepala desa dan korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untuk kebutuhan di lapangan yakni tenda dan logistik,” ujarnya.
Abner menghimbau kepada masyarakat Halmahera Utara agar tetap waspada, apabila terjadi gempa jangan lupa harus keluar dari rumah untuk mencari tempat yang aman.
“Apabila sudah terjadi gempa pertama yang pastinya akan terjadi gempa susulan dan itu akan lebih kuat, saya minta kepada masyarakat agar jangan terprovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena biasanya gempa begini pasti ada yang menyebut akan terjadi Tsunami, jadi mohon jangan diambil pusing dengan isu seperti itu, dan tentunya tetap menunggu informasi dari BMKG, “ tutupnya.
Rumah Warga di Halbar Ikut Rusak
Dampak gempamagnitudo 5,5 SR yang mengguncang Kabupaten Halmahera Utara, Senin (10/1/2022) pagi dirasakan hingga di Kabupaten Halmahera Barat.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halbar, akibat gempa itu satu rumah warga di Desa Togoreba Sungi, Kecamatan Tabaru ikut rusak.
“Setelah terima laporan pasca gempa saya dan Kabid serta kasi bersama staf lain langsung turun ke lokasi di Desa Togoreba Sungi untuk melihat langsung dampak dari gempa, dan terjadi kerusakan pada salah satu rumah warga,” kata Kepala BPBD Halbar, Ade Fabanyao ketika dikonfirmasi Fajar Malut, Senin (10/1/2022) kemarin.
Pemilik rumah warga bernama Osten Korois rusak di bagian belakang dan kerugian ditaksir Rp 5 juta lebih. “Untuk kerugian dikisaran Rp 5 juta sekian karena hanya mengalami kerusakan di bagian belakang saja,” sebut Ade
Selain rumah warga, dampak gempa juga membuat batu dengan ukuran besar longsor tepatnya di Desa Borona yang menutupi badan jalani di wilayah setempat.
Meski tidak memakan korban, Ade mengimbau warga Halbar agar terus waspada jika terjadi gempa susulan. “Tetap waspada gempa susulan, tetapi jangan panik,” imbau Ade
Berdasarkan data BMKG Maluku Utara, gempa terjadi pukul 07.00 WIT di wilayah Halmahera Utara dengan koordinat 1,49 LU, 127,85 BT (5 km Barat Daya Halmahera Utara-Malut), di kedalaman 10 Km. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (fer/ais)
