DARUBA – Seluruh anggaran kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Pulau Morotai dikabarkan belum bisa berjalan. Bahkan gaji ASN bulan Januari pun baru bisa dicairkan pada hari ini, Selasa 19 Januari 2022. Hal ini karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Morotai tahun 2022 masih di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut).
Anehnya, Pemkab Pulau Morotai sudah melakukan proses tender belasan proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Morotai. Berdasarkan data yang dikantongi media ini, sesuai dengan publikasi LPSE Morotai tertanggal 18 Januari 2022 Pemkab Pulau Morotai sudah melakukan tender 12 proyek bernilai ratusan juta hingga belasan miliar. Jika ditotalkan secara keseluruhan maka Pemkab Morotai sudah melakukan tender dengan nilai Rp.77 Miliar lebih.
Sementara 12 proyek yang sudah diusulkan dokumen tender. 12 proyek tersebut diantaranya proyek pembangunan rumah khusus senilai Rp 5,5 miliar, proyek peningkatan jalan tanah ke hotmix akses Puskesmas Pulau Rao sebesar Rp 550 juta, proyek pembangunan jalan geometrik posi posi Aru burung senilai Rp 4,5 miliar.
Selain itu, terdapat proyek pembangunan ruas jalan air terjun desa raja yang sudah ditayang di ULP senilai Rp9,5 miliar, pembangunan jalan trans Aha dengan total anggaran Rp 3,9 miliar, proyek pembangunan jalan cool storage RSUD Rp 3,8 miliar.
ULP juga menayangkan proyek pembangunan jembatan keliling pulau Rao dengan pagu anggaran Rp6,2 miliar, proyek peningkatan dan pembangunan jalan tanah ke hotmix Kecamatan Morselbar senilai Rp16,2 miliar, proyek peningkatan jalan tanah ke hotmix lanjutan desa Cendana sebesar Rp 531 juta, serta proyek penimbunan Water Front City (WFC) tahap II yang menelan anggaran senilai Rp 21,5 miliar.
Terkait itu, Kepala ULP Pulau Morotai Rusdi ketika dikonfirmasi juga membenarkan bahwa proyek-proyek tersebut semuanya sudah di lelang tender. “Iya, sudah ditender. Tapi saya lupa nominalnya,” singkat Rusdi saat ditemui di kantor Bupati. (fay)

