Bupati Cup II Putaran Kelima Digelar Tanpa Penonton

Suasana stadion merah putih saat diberlakukan pertandingan tanpa penonton waktu lalu

DARUBA – Panitia turnamen Bupati Cup II Pulau Morotai akhirnya memutuskan menggelar pertandingan putaran ke lima tanpa penonton.

Keputusan ini dikeluarkan usai terjadi bentrokan antar suporter yang terjadi selama tiga kali pertandingan. Bagi sporter yang ingin menonton tim kesayangannya bertanding, hanya bisa menonton melalui live streaming di chenel YouTube yang disediakan panitia Bupati Cup II. Kebijakan ini mulai diberlakukan, Rabu (2/2/2022).

Pantauan Fajar Malut, terdapat penjagaan ketat oleh aparat kepolisian diseputaran stadion merah putih. Bahkan telah dipasang pembatas jalan menuju stadion. Walau demikian, banyak warga yang masih mencoba datang ke lapangan untuk menonton, namun tetap tidak diizinkan masuk.

Disisi lain, keputusan ini dinilai merugikan para pedagang yang berjualan di sekitar Stadion Merah Putih. Yuli salah satu pedangang kuliner misalnya, mengaku tak bisa lagi berjualan karena sudah tidak ada penonton.

“Kita punya keluhan kalau diberlakukan sistem tidak boleh ada penonton masuk di seputaran stadion dan seputaran makanan kuliner, itu merugikan kami memang. Intinya buat aturan jangan korbankan banyak orang, jangan korbankan pengusaha yang ada di sekitarnya, harusnya panita buat peraturan pertimbangkan kami juga,” kesalnya.

Terkait bentrokan antar suporter, menurutnya panitia yang harus tegas, yaitu bagi tim yang sporternya berbuat kekacauan maka didiskualifikasi, bukan dengan cara melarang orang menonton.

“Meskipun pertandingan berjalan tetap merugikan kita disini, siap yang mau beli kalau tak ada nonton,” keluh Yuli. Disamping itu, juga banyak pihak yang mendesak agar turnamen Pemkab Pulau Morotai tersebut segera ditutup. Pasalnya, selama putaran kelima sudah banyak yang korban akibat bentrokan.

Tokoh masyarakat Morotai, Hardi Komiu mengatakan, pertandingan Bupati Cup II sangat mencenderai kompetisi sepak bola Morotai, karena hampir setiap saat terjadi kekacauan. Olehnya itu, ia berharap, Bupati Benny Laos segera mengambil keputusan supaya dihentikan pertandingan tersebut.

“Pertandiangan bupati Cup II ini tutup sudah, seluruh kerugian dikembalikan, ini kami anggap gagal dari awal sampai sekarang kacau terus, kok Bupati diam saja. Masyaralat yang saling baku hantam masa tidak langkah tegas oleh Bupati,” ujar Hardi kepada wartawan. (fay)