Julius Marau dan Martinus Djawa Tukar Jabatan

Prosesi pelantikan

JAILOLO – Bupati Halmahera Barat (Halbar) merombak empat pejabat eselon II dan III di lingkup Pemkab Halbar.

Keempat pejabat itu yakni, Julius Marau yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Halbar, digeser ke Asisten I Setda Halbar. Sementara posisi yang ditinggalkan Julius diisi oleh Martinus Djawa yang sebelumnya menjabat Asisten I Setda Halbar.

Ros Beri Uang yang sebelumnya sebagai staf pada Sekretariat Daerah, diangkat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kadikbud yang mengalami kekosongan akibat wafatnya Kadikbud sebelumnya. Selanjutnya Haris Atid, dilantik sebagai Kepala Bidang Pengembagan Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga.

Empat pejabat itu dilantik oleh Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad, bertempat di Aula Baikole Kantor Bupati Halbar, Rabu (23/02/22).

Pelantikan tersebut berdasarkan SK Bupati No : 70.A/KPTS/II/ 2022 tentang pengangkatan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat tertanggal 22 Februari tahun 2022.

Wakil Bupati Halbar Djufri Muhammad dalam sambutan mengatakan, sesuai janji bupati,akan ada pelantikan mendahului evaluasi besar-besaran pada Maret nanti. Pelantikan ini dalam rangka terjadi reposisi antara Inspektorat dan Asisten I atau hanya pergantian posisi antara Julius Marau pindah ke Asisten I dan Martinus Djawa pindah ke Kepala Inspektorat Halbar.

“Kemudian yang kedua hanya pengisian jabatan pada Dinas Pendidikan yakni Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena jabatan tersebut lowong sehingga harus cepat diisi untuk mendukung proses administrasi di keuangan,” ujarnya.

Untuk Dinas Dikbud, kata Djufri, beberapa hari ini dijabat Pelaksana Harian (Plh) dengan sendirinya dicabut kembali dan Sekretaris Dikbud yang baru dilantik langsung menjabat sebagai Plt Kadis.

Ia berharap Kepala Inspektorat yang baru agar mampu menyesuaikan dengan kondisi, karena sekarang lagi ada pemeriksaan BPK Malut, sehingga harus cepat bisa menyesuaikan diri. “Kemudian untuk Asisten I, salah satunya agar bisa mengkoordinir ke Inspektorat, karena Asisten I melekat pada bidang pemerintahan, sehingga dengan demikian tidak lepas tangan begitu saja dan tetap mendampingi agar tidak ada pergeseran staf pada Inspektorat,” harapnya.(ais)