TERNATE– Pelaksanaan musyaawarah penerencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan yang di gelar Pemkot Ternate melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitiaan dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, pada delapan kecamatan yang di ada di Kota Ternate berjalan sukses.
Dan kecamatan batang dua merupakan kecamatan terakhir yang di laksanakan musrenbang, dan di hadiri langsung oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, forkopimda, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly serta para pimpinan OPD se-Kota Ternate pada Rabu (2/3/2022) kemarin.
Rombongan Wali Kota Ternate di sambut meriah oleh warga di kecamatan Batang Dua, di kesempatan itu Wali Kota juga berkesempatan meresmikan pasar batang dua, dan melakukan peninjauan ke puskesmas, koramil dan memantau PLN di batang dua sekaligus mendengar langsung aspirasi warga dari 6 kelurahan yang ada di Kecamatan Pulau Batang Dua yang disampaikan saat musrenbang tingkat kecematan, dan sebanyak 6 program prioritas tahun 2022 dan 2023 nanti.
Camat Pulau Batang Dua Belianus Belian Ali mengatakan, hasil musrenbang sendiri sudah di serahkan ke Wali Kota dan ada sejumlah usulan prioritas dan urgen berupa dermaga perikanan yang berada kelurahan Mayau. Dengan harapan usulan yang disampaikan itu dapat terakomodir.
“Sehingga apa yang menjadi usulan kami terlaksana, dan masyarakatnya akan merasakan. Musrembang ini kami hanya usulkan 6 prioritas program kedepan diantaranya dermaga, talud penangkal ombak sepanjang 50 meter, distinasi batu hitam sebagai tempat wisata yang berada di kelurahan Mayau,” katanya Rabu (2/3/2022) kemarin.
Selain itu kata dia, aliran listrik yang sebelumnya hanya 12 jam, agar dapat di naikkan menjadi 24 Jam. “Harapan kami kedepan bahwa apa yang sudah di usulkan ke pak Wali agar cepat terealisasi,” pintanya.
Sementara itu Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, dari pelaksanaan musrenbang di kecamatan Batang Dua merupakan musrembang terakhir tingkat kecamatan. Dan dalam musrenbang itu sebagian besar usulan yang di sampaikan itu ada 6 prioritas diantaranya infrastruktur jalan, pelabuhan/dermaga dan fasilitas pendukung kemudian alat komunikasi dan listrik.
Meski begitu kata Wali Kota, sebagian usulan warga itu telah diakomodir dalam APBD 2022. “Sebagian kecil dalam usulan yang disampaikan itu, pemerintah telah akomodir dalam APBD tahun 2022 ini,” katanya.
Menurut Wali Kota, saat ini genjot Pemkot Ternate berkaitan dengan jaringan telekomunikasi, karena itu menjadi salah satu harapan penting yang disampaikan warga yang ada di kecamatan Batang Dua. Termasuk juga usulan warga untuk aliran listrik 24 jam. “Saya sudah meminta camat dan lurah untuk segera menyelesaikan dulu terkait dengan status lahan baru untuk PLN,” ucapnya.
Sebab kata Wali Kota, jika status tanah sudah selesai, maka fasiltas penunjang untuk listrik bisa di bangun pada tahun 2023. “Selain itu juga masalah rumah ibadah pemerintah tetap perhatikan dan sudah dalam APBD 2022,” ungkap mantan Sekda Kota Ternate ini.
Terpisah Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly menyebutkan, dalam pelaksanaan musrenbang tingkat kecamatan sebanyak 6 poin yang usulkan dan akan menjadi prioritas untuk masuk dalam APBD 2023.
“Nah ini akan menjadi prioritas, dan pak Wali meminta Bappelitbangda dan beberapa OPD terkait bagaimana untuk fokus 6 prioritas utama yang telah disepakati 6 kelurahan di Batang Dua,” sebutnya.
Dari enam program prioritas itu pihaknya akan meminta bidang ekonomi, bidang fisik prasarana dan bidang sosial budaya untuk dapat melihat usulan setiap kelurahan, untuk di matangkan sebagai skala prioritas. Selain itu kata dia, kunjungan kerja Wali dan beberapa OPD itu untuk mencermati Batang Dua, agar tidak hanya sekedar usulan yang di terima namun dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga di sana.
“Jadi program peduli BAHIM itu, kita mau secara riil Wali Kota harus mendengar secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat Batang Dua,” katanya.
Untuk itu dalam musrenbang kali ini menurut dia, agak berbeda karena Wali Kota menginginkan memberikan penguatan apa ke masyarakat. Meski usulan warga di 6 kelurahan tersebut, berkaitan dengan jaringan telekomunikasi, kemudian pembangunan dermaga Mayau karena itu menjadi titik simpul dari pulau Batang Dua sebagai sentral ekonomi.
Dia memastikan kalau usulan warga berkaitan dengan pelabuhan itu tetap jadi perahtian utama Pemkot Ternate dalam APBD tahun 2023. Yang teknisnya bisa melalui DAK ataupun APBD. “Yang di Mayau tinggal melanjutkan saja pembangunan tetapi berapa anggaran sesungguhnya yang kita butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat dilakukan pada masa Wali Kota sebelumnya,” ungkap.
Untuk jalan keliling pulau Mayau kata Rizal, akan di hotmix keliling yang menggunakan APBD 2022 dengan nilai 1,4 miliar, karena tidak semua jalan di kecamatan itu rusak, dengan begitu sebagian usulan yang disampaikan warga ini bisa tertangani dalam APBD tahun 2022, dan sebagiannya di akomodir pada 2023.
Karena jalan lingkar dengan panjang 26 km juga sudah masuk dalam APBD sebesar 2 miliar lebih di tahun 2022, dan ini sudah termasuk jalan produksi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Apa yang menjadi pengutan yang di dorong tahun 2023, sebagian sudah terakomodir di APBD 2022,” terangnya.(cim/**)

