DARUBA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, mengungkapkan ada sejumlah Pejabat (Pj) Kepala Desa di Kabupaten Pulau Morotai terpaksa di evaluasi bahkan terancam diberhentikan.
Hal ini dilakukan lantaran Pj Kades tersebut dinilai tidak mampu mendorong program vaksinasi di desa sebagaimana komitmen yang sudah disepakati bersama dalam rapat.
“Kesepakatan rapat itu pada tanggal 26 Februari proses vaksinasi sudah capai angka 90-70. 90 persen untuk dosis pertama dan 70 persen untuk dosis kedua. Ternyata sampai dengan tanggal 26 masih banyak desa yang belum mencapai target, sehingga ada beberapa langka yang kami ambil salah satunya bagi desa yang tingkat vaksinasi tidak naik, maka yang terjadi adalah kepala desa atau pejabat kepala desa yang tidak kooperatif maka pejabat yang bersangkutan saya evaluasi,” kata Ahdad baru baru ini. Lanjutnya, dari data yang ia miliki ada 7 Pj Kades yang dianggap tidak kooperatif.
“Untuk saat ini yang saya sudah evaluasi dan menyurat kepada semua karateker yang vaksinasinya tidak naik, tetapi untuk menjadi evaluasi secara full itu ada kurang lebih 7 kades, dan 2 kades lainnya saat ini sudah saya proses salah satunya kades Muhajirin,” ungkapnya.
Dirinya juga mengaku hingga kini, pihaknya masih melakukan upaya-upaya agar desa yang belum mencapai target vaksinasi bisa segera didorong.
“Kami coba semaksimal mungkin menggunakan upaya-upaya agar semua yang belum capai itu bisa capai. Untuk itu saya mencoba untuk melakukan analisa bagi desa-desa yang sudah selesai mungkin saya berpikir untuk pelaksanaannya (Pilkades) di awal Minggu ini atau Minggu kedua untuk pelaksanaan Pilkades tahap V,” timpal Ahdad.
Walaupun begitu, untuk rencana pelaksanaan Pilkades bagi desa yang sudah mencapai target vaksinasi, pihaknya masih harus berkonsultasi dengan pihak keamanan dan instansi terkait lainnya.
“Karena sampai dengan hari ini (minggu kemarin) dari 42 desa yang belum melaksanakan Pilkades itu, baru terdapat 14 desa yang memenuhi syarat secara aturan (Perbup) dimana 90 persen untuk dosis pertama dan 70 persen untuk dosis kedua. Ke 14 desa itu tersebar di Tiga kecamatan, yakni Kecamatan Morotai Selatan, Morotai Utara dan Kecamatan Morotai Jaya,” tuntasnya. (fay)

