WEDA – Warga Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, tidak bisa menutup rasa rindu mereka untuk menikmati pelayanan PLN 1 x 24 jam. Saat ini mesin PLN, yang dinikmati warga Umiyal hanya sampai jam 12 malam (00.00) saja. Setelah itu warga harus menggunakan penerangan loga-loga.
Seorang warga Desa Umiyal, Hamlan mengatakan, sebagian desa di Kecamatan Pulau Gebe sudah menikmati listrik selama 24 jam, namun mereka di Desa Umiyal saja yang hanya menikmati listrik sampai jam 12 malam saja.
“Sejak diresmikan listrik dari bulan Juli tahun 2019 sampai saat ini kita hanya nikmati listrik sampai jam 12 malam, terlepas dari itu masyarakat Desa Umiyal melanjutkan dari jam 12 malam sampai pagi menggunakan penerangan loga-loga,” ujarnya.
Hamlan mengaku, ini sangat disayangkan jika Pemda Halteng mengabaikan keinginan masyarakat di Desa Umiyal untuk nikmati listrik seperti desa lain yang ada di Halteng.
“Apalagi saat ini sudah mau masuk momentum bulan suci ramadhan. Pastinya masyarakat akan sangat menderita saat mau makan sahur,” katanya.
Menurutnya, Pemda Halteng harus secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak PLN, apalagi saat ini kepala PLN di Desa Umiyal tidak pernah menetap, sehingga tidak bisa memperhatikan PLN di desa. “Keinginan masyarakat di Desa Umiyal soal lampu menyala sampai 24 jam belum terwujud,” tukasnya.
Dia juga mengaku, dalam pengoperasian mesin PLN juga kepala PLN hanya dibantu dua tenaga lokal, namun mereka juga sudah tidak aktif bekerja dengan alasan mereka memiliki upah per bulan yang terlalu kecil. “Mereka sudah berhenti kerja karena alasan gaji terlalu kecil,” katanya. (udy)

