TERNATE- Langkah Pemkot Ternate dalam menata pedagang musiman selama ramadhan dengan konsep Kampung Ramadhan 1443 Hijriyah, dimana kawasan benteng oranje di tata sementara sebagai salah satu kawasan yang di peruntukan bagi pedagang musiman yang selama ini menempati areal parkir masjid Al Munawar Ternate dan Dhuafa Center, karena tahun ini lokasi itu dilarang berjualan saat ramadhan.
Bahkan konsep Kampung Ramadhan nantinya menampilkan pentas seni religi serta di tempatkan sebagian penjual takjil buka puasa, tapi konsep Kampung Ramadhan yang di putsukan dalam rapat pada Selasa (29/3/2022) malam yang di hadiri sejumlah OPD teknis, BKM Al Munawar dan perwakilan pedagang ini justru menuai tanggapan beragam dari anggota DPRD Kota Ternate, dimana anggota Komisi II DPRD Kota Ternate Sudarno Hi. Taher menolak langkah ini dengan alasan menghilangkan ciri khas ramadhan jika parkiran Al Munawar di larang berjualan, sikap Sudarno ini kemudian menuai protes dari anggota Komisi II yang lain Rusdi A. Im dan menyutujui langkah Pemkot Ternate.
Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate Sudarno Hi. Taher mengatakan, kebijakan Pemkot Ternate tidak tepat. “Kebijakan kurang tepat,” tegasnya Jumat (1/4/2022).
Dia menyebut, seharusnya kampung ramadhan tidak hanya di fokuskan pada satu tempat, dia beralasan meskipun ada kebijakan kelonggran beraktifitas secra terbuka bukan berarti prokes diabaikan.
“Apa jadinya kalau semua pedagang musiman berkumpul di areal itu, pedagang musiman tidak seharusnya berkumpul di satu titik, harus dibuka lokasi-lokasi lain, areal sekitar Al Munawwar seharusnya juga bisa ditempatkan pedagang musiman yang biasa selama ini terjadi,” ungkapnya.
Jika pemerintah beralasan kemacetan. Bagi Sudarno, kemacetan tersebut bisa diatur, tapi bukan berarti semua pedagang di tarik masuk di benteng oranje.
“Apa jadinya semua pedagang musiman berkumpul disana, justru tambah macet,” kesalnya
Meski begitu politisi PKS ini menilai, konsep kampung ramadhan bagus, tapi bukan berarti suasana kampung ramadhan yang selama ini sdah ada seperti areal Al Munawwar dihilangkan.
“Kan selama ni suasana itu sudah ada, lalu dihilangakn lantas semuanya ke benteng oranje ini yang kurang tepat,” sebutnya.
Lanjut dia, areal parkir tetap ada, apalagi selama ini tidak semua areal parkir gunakan untuk pedagang musiman.
“Tapi poinnya adalah suasana kemeriahan kampung ramadhan sudah ada, tinggal diatur supaya lebih baik, tapi kalau smua di giring masuk ke benteng oranje saya pikir akan lebih macet di sekitar areal itu, maksud saya, suasana yang sudah ada tetap di jaga, dan buat saja yang baru lagi di benteng,” terangnya.
Sembari mengatakan, BKM Al Munawwar sendiri juga tidak keberatan ada aktifitas pedagang musiman. “Karena sebagian dari retribusi lapak itu masuk ke kas Al Munawwar untuk pembiayaan operasional Al Munawwar,” katanya.
Hal ini berbeda dengan pernyataan dari anggota Komisi II DPRD Kota Ternate yang lain. Dimana Rusdi A. Im menyebut, kebijakan yang diambi Pemkot Ternate itu sudah sangat tepat
“Tepat sekali kebijakan ini, selama ini setiap ramadhan tempat parkir Masjid Al Munawar digunakan untuk pedagang musiman, berakibat kendaraan para jamaah berhamburan di jalan depan masjid dan terjadi kemacetan, jadi tepat sekali (kebijakan pemerintah) menurut saya,” tegasnya.
Dia sendiri tidak sependapat dengan Sudarno, politisi Nasdem tersebut beralasan, selama ini parkiran masjid Al Munawar tidak representatif untuk menampung kendaraan jika di tempati pedagang.
“Lihat sendiri parkiran di Al Munawar saya anggap tidak representatif, apalagi diisi lagi dengan pedagang di situ bagimana jadinya,” ungkapnya.
Meski begitu dia menilai kalau rekannya tersebut dapat memahami fungsi peruntukan parkiran. “Saya yakin beliau sangat faham,” tandasnya.
Perlu di ketahui konsep Kampung Ramadhan yang di gagas Pemkot Ternate ini bertujuan untuk menata pedagang musiman yang berjualan di kawasan yang telah di larang Pemkot, penataan ini dilakukan agar aktifitas pedagang dan retribusi yang dikenakan dapat terkontrol, selain itu telah di tetapkan sebagian hasil pendapatan dari Kampung Ramadhan 1443 hijriyah di hibahkan ke BKM Masjid Al Munawar dan Dhuafa Center.(cim)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

