Anggaran Pekerjaan Dermaga Hiri Masih Kurang

Tetrapod pemecah ombak dermaga Hiri

TERNATE – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Fahri Bachdar mengatakan,  anggaran pekerjaan dermaga hiri masih kurang Rp 3,7 miliar. Menurut dia, yang dikerjakan pada 2021 dan 2022 adalah pembuatan tetrapod pemecah ombak yang berlokasi di Kelurahan Sulamadaha.

Diketahui, pekerjaan pembuatan tetrapod pemecah ombak sebanyak 670 buah pada 2021 menelan biaya sebesar Rp 1.184.369.000, proyek ini dikerjakan oleh CV, Diyacel Sejati. Kemudian di 2022 ini, Pemkot juga bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar.

“Untuk lanjutan Tetrapod tahun 2022 dengan nilai sebesar Rp 3 miliar. Jadi kalau secara administrasi sudah lengkap, agar dilelang lebih awal. Sehingga jangan lagi mengalami keterlambatan seperti 2021,” kata Fahri.

Kata dia, anggaran di 2021 hingga 2022 tersebut belum termasuk anggaran pekerjaan penyusunan bahu tetrapod di tengah laut. Sehingga anggarannya harus ditambah sekitar Rp 3,7 miliar lagi, baru pekerjaan dermaga Hiri bisa diselesaikan.

“Informasi harus tambah sekitar 3,7 miliar, karena memang secara teknis yang direncanakan oleh Dinas PUPR maupun Konsultan Perencana, itu total anggaran kurang lebih sekitar Rp 7,1 miliar baru bisa selesai, itu baru tetrapod bisa diatur di laut,” katanya.

Kata dia, anggaran Rp 3,7 miliar untuk pekerjaan penyusunan badan tetrapod tersebut akan diakomodir di 2023.

“Tahun ini baru tambahan tetrapod, belum bisa dilepas di laut, jadi nanti tambahan sekitar Rp 3,7 miliar  insya Allah di 2023, itu untuk anggaran penyusunan tetrapod di laut,” jelasnya.

Ia mengaku, Komisi III DPRD Kota Ternate sudah memantau pekerjaan pembuatan tetrapod sebanyak dua kali. Namun ia belum bisa berkomentar banyak karena saat ini pekerjaan tersebut sedang diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate. (nas)