TIDORE – Pembangunan dua pelabuhan di Kelurahan Rum, yakni Pelabuhan speed boat dan motor kayu yang saat ini mulai dikerjakan oleh pihak ketiga, ditargetkan akan selesai sebelum pelaksanaan Sail Tidore pada November mendatang.
Itu dilakukan, agar dua pelabuhan itu bisa digunakan pada saat momentum Sail, mengingat di lokasi pelabuhan Rum, adalah gerbang atau pintu masuk bagi pengunjung yang berdatangan dari luar Tidore.
“Apapun yang terjadi, kami target sebelum Sail Itu sudah harus selesai dan bisa dimanfaatkan oleh pengguna jasa,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore, Daud Muhammad, saat ditemui di kantornya baru-baru ini.
Ia melanjutkan untuk pembangunan dua pelabuhan ini, baik Speedboat dan Kapal Kayu akan dilakukan secara terpisah, sehingga untuk design pembangunan bagi pelabuhan Speed boat nantinya bisa disinggahi oleh speedboat yang berkapasitas lebih besar, seperti diatas 3 GT maupun 20 GT. Sementara untuk pelabuhan Kapal Kayu akan dibangun pada bagian kiri pelabuhan Speedboat.
“Ruang tunggu yang kami sudah bangun itu nanti di fungsikan untuk dua pelabuhan, hanya saja pada saat masuk ke pelabuhan Speedboat atau Motor Kayu lewat jalur yang berbeda,” tambahnya.
Selain membicarakan soal pembangunan dua dermaga itu, Kadis, juga turut mengapresiasi kinerja pihak ketiga, yang saat ini sudah mulai action, meskipun belum dilakukan pencairan uang muka untuk bekerja.
“Alhamdulillah kontraktor yang dapat dua pekerjaan ini sudah mulai action setelah penandatanganan kontrak, walaupun belum ada uang muka tetapi mereka sudah bekerja, ini uang saya minta. Jadi bagi kontraktor itu, minimal mereka harus punya modal, jika tidak ada maka tidak perlu memaksa,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, untuk pembangunan dermaga speedboat, nantinya akan dibuat Cor Beton dengan kapasitas yang jauh lebih kuat. Untuk pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.1,8 Miliar. Sementara untuk pelabuhan kapal kayu bersumber dari APBD Kota Tidore, senilai Rp. 600 juta. (ute)

