TERNATE- Komisi III DPRD meminta agar pelantikan kepala sekolah yang dilakukan Pemkot Ternate nanti harus sesuai dengan nilai hasil seleksi, hal ini untuk menghindari intervensi terhadap hasil seleksi yang telah dilakukan. Bahkan Komisi III mendesak agar panitia seleksi (pansel) dapat mengumumkan hasil seleksi 15 Kepala SMP ke publik, sikap Komisi III ini sama seperti yang disampaikan Komisi I DPRD Kota Ternate melalui salah satu anggotanya belum lama ini.
Sebab diduga hasil seleksi Kepsek tersebut mendapat intervensi politik dari tim sukses, sehingga agenda pelantikan kepala sekolah terus ditunda, bahkan pelantikan yang telah dijadwalkan pada Kamis kemarin besamaan eselon III dan IV juga terpaksa ditunda, dan penundaan pelantikan yang telah dijadwalkan BKPSDM ini sudah berulangkali terjadi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Anas U. Malik mengatakan, pansel dibentuk berdasarkan SK Wali Kota, untuk melakukan seleksi terhadap 15 jabatan Kepala Sekolah, dan kebijakan seleksi ini sangat diapresisasi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Sehingga untuk menghindari intervensi maka pansel kata dia, harus membuka hasil tes ke publik dan Wali Kota dalam mengambil keputusan di minta tetap mengacu dengan nilai hasil seleksi sesuai dengan semangat awal dilakukan seleksi.
“Untuk itu Komisi III mendesak pansel harus transparan menyampaikan hasil seleksinya ke publik,” katanya Jumat (22/4/2022).
Nilai hasil seleksi itu dibuka ke publik kata Anas, agar guru serta kepala sekolah yang mengikuti seleksi, punya kemampuan dan memperoleh nilai tertinggi, harusnya Wali Kota objektif untuk melantik mereka.
“Saya kira demi menyelamatkan pendidikan di Kota Ternate, dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Kota Ternate, saya kira Wali Kota harus komitmen dan konsisten, melantik kepala sekolah berdasarkan hasil seleksi oleh pansel dan tidak bisa di intervensi oleh pihak manapun karena berkaitan dengan masalah pendidikan,” ungkapnya.
Menurut politisi Golkar ini, tahapan seleksi yang telah dilakukan, hasilnya juga sudah diserahkan oleh pansel ke Wali Kota. Namun untuk menjamin agar kepsek yang dilantik berdasarkan hasil seleksi kata Anas, maka Komisi III akan tetap mengawal agar pelantikan kepsek nanti berdasarkan pada hasil penilaian pansel.
“Komisi III dalam waktu dekat akan mengundang pansel, untuk meminta penjelasan pansel terkait hasil seleksi kepala sekolah yang sudah dilakukan. Namun yang paling penting kami meminta Wali Kota melantik kepala sekolah sesuai dengan hasil seleksi,” pintanya.
Bagi Anas ini penting dilakukan oleh Wali Kota, mengingat saat ini SD dan SMP di Kota Ternate usai melaksanakan ujian nasional, sehingga kepala sekolah yang baru nanti bisa menandatangani ijazah para siswa ini.
“Karena ada sejumlah sekolah yang berstatus pelaksana tugas (Plt). Sehingga Komisi III berharap pelantikan kepala sekolah harus sesuai hasil pansel, untuk itu pansel harus mengumumkan hasil seleksi kepala sekolah itu ke publik agar diketahui,” sebutnya.
Dikatakannya, publik berhak mengawal hasil seleksi tersebut, sebab hal ini berkaitan dengan kualitas pendidikan, sehingga di butuhkan transparansi dari pansel atas hasil tes yang telah dibuat tersebut.
“Karena kami menilai kerja pansel sudah sesuai dan maksimal, tapi terakhir setelah selesai belum ada pelantikan dan ada kekhawatiran ada intervensi terkait pelantikan kepala sekolah, karena itu kami mendesak Pemerintah Kota Ternate segera melantik Kepala Sekolah sesuai dengan hasil penilaian pansel,” tegasnya.(cim)

