Kelangkaan BBM Picu Kenaikan Harga Eceran

Pengecer BBM

BOBONG – Warga Kabupaten Pulau Taliabu akhir-akhir ini begitu tertekan. Setelah sekian lama diperhadapkan dengan keuangan di daerah yang tidak stabil, kini diperhadapkan dengan kelangkaan dan kenaikan harga BBM yang makin mencekik di tangan pengecer.

Amatan Fajar Malut, dalam satu pekan ini harga BBM jenis pertalite di sejumlah pengecer dalam kota Bobong terjadi beberapa kali, mulai dari Rp 13000 sampai 14.000 per liter. Bahkan, hingga Minggu (22/05/2022) akhir pekan kemarin, harga BBM eceran sudah mencapai Rp 15.000 per liter.  

Kenaikan harga jual BBM jenis pertalite di sejumlah pengecer tersebut disebabkan terjadi kelangkaan BBM. Sementara pelayanan SPBU Bobong tidak maksimal karena tidak membuka pelayanan setiap hari. Bahkan, sering ditutup dengan alasan kekosongan stok.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMK Kabupaten Pulau Taliabu, H.Aliati Maundu ketika dikonfirmasi mengatakan, kenaikan harga jual bahan bakar jenis BBM  jenis pertalite terjadi pada sejumlah pengecer ilegal.

Sebab pihaknya telah menetapkan harga eceran tertinggi (Het) pada pengecer BBM sudah terdata. “Mungkin itu terjadi pada para penjual ilegal di pinggir – pinggir jalan, dengan tujuan mendapat untung banyak,” sahut Aliati ketika dikonfirmasi, Minggu (22/05/2022) akhir pekan kemarin.

Meski kondisi kenaikan BBM semacam ini sudah terjadi secara berulang kali, pemerintah daerah melalui Disperindagkop belum memiliki strategi jitu untuk mengakhiri permainan harga di tangan pengecer seperti sekarang ini. “Kita pelajari dulu kondisinya,” ujar Aliati.

Sekedar diketahui, kelangkaan dan kenaikan harga BBM yang cukup mencekik ini semakin memperparah kondisi ekonomi warga, sebab perputaran ekonomi daerah yang semakin lambat beberapa tahun ini menyebabkan sejumlah pedagang di pasar mulai menjerit karena kekurangan pembeli. (bro)