TERNATE-Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku Utara dibagi ke dalam dua kloter yakni kloter 11 dan kloter 12, dan JCH dari Maluku Utara termasuk 121 JCH asal Kota Ternate direncanakan berangkat dari Bandara Sultan Babullah Ternate menuju Embarkasi Makasar pada 25 dan 26 Juni 2022, namun untuk kepastian jadwal keberangkatan dan pembagian kloter termasuk besaran biaya embarkasi setiap kabupaten/kota masih menunggu rapat koordinasi antara kabupaten/kota, dengan Kanwil Kemenag Provinsi Malut pada Selasa (31/5/2022) pekan depan.
Kabag Kesra Setda Kota Ternate M. Ichsan pada Sabtu (28/5/2022) mengatakan, sesuai dengan estimasi rencana keberangkatan JCH asal Maluku Utara termasuk Kota Ternate yakni 25 dan 26 yang tergabung dalam kloter 11 dan kloter 12, tapi kepastian jadwalnya menunggu rapat koordinasi.
Nanti hari Selasa baru ada rapat pemantapan antara Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kesra Kabupaten/Kota dengan Kanwil Kemenag Provinsi dan Kesra Provinsi.
M. Ichsan
Jumlah JCH asal Kota Ternate yang berangkat pada musim haji tahun ini kata dia, sesuai dengan SK Gubernur Malut sebanyak 121 orang.
“Tapi sampai saat ini kami juga belum mengetahui besaran biaya embarkasi kabupaten/kota dan kloter. Jadi nanti hari Selasa baru disampaikan,” ungkapnya.
Meski begitu, menurut mantan Lurah Gamalama ini, sesuai dengan informasi dari Kanwil Kemenag Provinsi Malut bahwa pengumpulan Sahara di asrama haji mulai tangggal 19 sampai 23 Juni 2021 di aula utama asrama haji Ternate, dengan mencantumkan foto dan logo pemda kabupaten/kota jika ada.
Selain itu lanjut dia, bagi JCH yang tergabung nanti pada kloter 11 dijadwalkan pada 23 Juni sudah masuk ke asrama haji, untuk nginap selama dua hari dan direncanakan berangkat pada 25 Juni 2022 menuju Makasar dengan tiga kali penerbangan. Sementara, untuk JCH yang tergabung pada kloter 12 dijadwalkan masuk asrama haji pada 24 Juni 2022 dan berangkat tanggal 26 Juni ke embarkasi Makasar dan hanya satu kali penerbangan.
“Kami sampaikan kepada keluarga para jamaah, untuk kali ini pemberlakuannya ke jamaah sedikit berbeda, dimana semua jamaah diwajibkan untuk nginap di asrama haji sebelum berangkat. Ini untuk menjalani karantina sesuai dengan instruksi Kemenkes sebelum berangkat haji,” tandasnya. (cim)

