Gelar Ujian Perdana, 100 Persen Siswa  SMPN 11  Maba Lulus

Kepala sekolah SMP N 11 Maba Waode Rospiati

MABA – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar pelepasan siswa kelas tiga angkatan pertama dan dinyatakan lulus seratus persen pada ujian nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah SMPN 11 Maba, Kamis (16/6/2022) itu, dihadiri oleh pemerintah desa Pekaolang dan Baburino, para orang tua wali murid dan seluruh siswa-siswi SMPN 11 Maba.

Kepala Sekolah SMPN 11 Maba, Waode Rospiati dalam sambutan menyampaikan, dari 12 siswa, hanya 10 siswa yang mengikuti ujian dan dinyatakan lulus pada ujian perdana yang  dilaksanakan pada April 2022.

“Sebenarnya ada 12 siswa yang duduk di kelas tiga, tapi yang duanya, tidak mengikuti ujian jadi hanya sepuluh yang ikut ujian,” aku Rospiati.

Ia juga membeberkan melalui sambutanya, bahwa ada beberapa kriteria yang dijadikan indikator kelulusan bagi para siswa-siswi yang mengikuti ujian. Diantaranya siswa harus mampu memiliki nilai minimal 70.00 dan jika ada yang siswa yang memiliki nilai 80, namun ada mata pelajaran yang nilainya hanya 60.00 maka siswa tersebut dalam posisi tidak nyaman atau berpotensi  dinyatakan tidak  lulus.

Selain itu, lanjut dia, ada juga kriteria penilaian lain untuk para siswa yaitu perilaku siswa dan keterampilan yang dimiliki.

Sementara itu Kepala Desa Pekaolang Muhrid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh dewan guru yang ikut berjuang mendidik anak-anak, hingga pada tingkat  akhir dan melaksanakan ujian pada angkatan pertama.

“Ini adalah lompatan pertama bagi kita semua beberapa desa yang ada disini, sekolah yang kita banggakan akhirnya menyelesaikan tahapan pendidikan hingga ujian terlaksana dan saat ini telah melakukan pengumuman kelulusan,” ujarnya.

Bagi dia, ada 4 pilar dalam pendidikan yaitu lingkungan, orang tua, sekolah dan pemerintah. Dimana tentu saling berkaitan oleh sebab itu, kata dia orang tua juga berperan penting untuk pendidikan anak-anak.

Untuk pemerintah khususnya pemerintah desa di dua desa itu, mengaku hingga saat ini pemerintah belum full mendukung, akan tetapi pihaknya berkomitmen akan mendorong dan mendukung full semua program pendidikan yang ada di SMP Negeri 11 Maba.Untuk diketahui, SMP Negeri 11 Maba dibangun pada tahun 2018 dengan jumlah guru sebanyak 4 orang, termasuk kepala sekolah  Ruslan Falasimo dan hingga saat ini sekolah tersebut dipimpin oleh Waode Rospiati dibantu 10 tenaga pengajar, baik honorer maupun pegawai negeri. (hmi)