BOBONG – Warga Kabupaten Pulau Taliabu kini membutuhkan akses jalan layak. Namun faktanya, sampai sekarang kondisi jalan masih memprihatinkan. Selain akses jalan belum menghubungkan antara satu desa dengan desa yang lain menuju ibukota kabupaten, jalan yang sudah dibuka pun rusak parah.
Menurut Koalisi Aktivis Taliabu (KAT), kerusakan jalan merupakan aib pemerintah daerah, meski itu masuk salah satu prioritas Bupati Aliong Mus. “Kami meminta agar PUPR segera memperbaiki jalan. Saat ini kami warga Taliabu Utara hanya berjalan dilumpur, bukan lagi jalan,” kata Koordinator Aksi, Jamudin saat menggelar aksi, Senin (4/7/2022) kemarin.
Aksi dengan dua sasaran, yakni Kantor Dinas PUPR dan DPRD setempat. Pendemo minta Dinas PUPR serius mengerjakan infrastruktur jalan lingkar Beringin-Salati dan jalan Air Lise, termasuk di dalam Ibukota Taliabu (Bobong).
Di DPRD, aksi sekira pukul 09.30 WIT nyaris ricuh ketika massa memaksa masuk. Pendemo dan anggota DPRD adu mulut. Pendemo melayangkan mosi tidak percaya terhadap kinerja anggota DPRD selama ini.
Wakil Ketua DPRD Taliabu, Muhammad Jainal Azhar, dan 2 anggota DPRD lainnya menerima tuntutan pendemo. Azhar, minta Dinas PUPR untuk fokus menyelesaikan pembangunan jalan yang saat ini mengundang keresahan warga.
Politisi muda sekaligus Pimpinan DPC Partai PDIP Kabupaten Pulau Taliabu itu bahkan, siap mengawal kebutuhan anggaran pekerjaan proses pembangunan jalan. Apalagi, semua jalan yang menjadi program prioritas yang tercantum dalam visi-misi Bupati Aliong Mus di periode kedua. (cr–03/bro)

