LABUHA – Rahman dan Afifa Kaisa M. Kahar, dua bocah yang masuk dalam daftar korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Cahaya Arafah, pada Senin (18/7/2022) di perairan Desa Tokaka Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan belum ditemukan.
Kedua bocah masing-masing berusia sekiar 2 tahun dan 3 tahun itu saat ini masih dalam pencarian oleh petugas, baik dari Basarnas, Polairud, Polsek Gane Barat, Koramil dan dibantu oleh warga, termasuk belasan penumpang lainnya yang belum ditemukan. Sementara ibu korban (Jaitun Amran) telah ditemukan dalam keadaan selamat.
Informasi yang dihimpun Fajar Malut, kedua bocah tersebut berangkat dari Ternate bersama Jaitun Amran yang tidak lain adalah ibu kandung dari Afifa Kaisa M. Kahar, sedangkan Rahman merupakan anak dari Jasima Amran yang tidak lain adalah adik kandung dari Jaitun Amran, yang sedang berada di Desa Tokaka.
Jaitun Amran, ibu korban yang selamat ketika dikonfirmasi menuturkan, pada saat kapal dihantam ombak, dirinya masih menggendong Afifa Kaisa M. Kahar, sedangkan Rahman sudah terlepas dari genggamannya dan ditolong oleh salah satu penumpang.
Namun pada saat kapal terbalik, dirinya terjatuh ke laut, tidak lagi bersama dengan anaknya Afifa Kaisa M. Kahar, sehingga kedua bocah tersebut terpisah dari ibunya hingga ibunya ditemukan warga dalam terapung di tepi pantai dalam keadaan tidak sadar.
“Saya sudah tidak tahu, karena pada saat saya jatuh ke laut, anak saya sudah terlepas dari tangan saya,” imbuhnya
Sementara itu, nasib 4 orang warga Desa Tokaka Kecamatan Gane Barat bersama 8 penumpang lainnya belum ditemukan dalam musibah tenggelamnya kapal KM Cahaya Arafah.
Belum diketahui keberadaannya korban di perairan Tokaka itu hingga saat ini. “Dari 12 penumpang yang belum ditemukan, terdapat 4 orang warganya,” kata Kepala Desa Tokaka. Jufri Ajid, ketika dikonfirmasi, kemarin.
Ia mengaku tenggelamnya kapal naas itu jarak tidak jauh dari pesisir pantai Desa Tokaka. Jarak Kapal yang tenggelam dengan pesisir pantai Desa Tokaka sekitar 500-600 meter.
“Di dalam kapal itu ada 4 orang warga saya yang belum ditemukan. Saat kejadian gelombang laut sangat kuat sehingga kami tidak bisa keluarkan perahu untuk membantu,” tutur kades
KM Cahaya Arafah tenggelam pada Senin (18/7/2022) pukul 18.30 WIT. Hingga Selasa (19/7) pukul 13.15 WIT pencarian terus dilakukan. Hingga berita diturunkan 12 penumpang masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan, termasuk kedua bocah. (cr-04)

