BOBONG – Dampak banjir di Kabupaten Pulau Taliabu saat ini dibutuhkan penanganan serius. Apalagi, banjir akibat curah hujan lebat itu merendam sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah dan memutus salah satu jembatan menuju RSUD Bobong, termasuk kerusakan pipa air bersih PDAM.
Namun Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat bukanya fokus mengatasi dampak itu, tapi justru saling menyalahkan.
Direktur Teknis PDAM Bobong Kisman Djanu, mengemukakan, saat ini pihaknya fokus memperbaiki pipa induk PDAM yang rusak karena dihantam banjir. Kerusakan pipa itu menyebabkan pelayan air bersih sementara terhenti.
Namun demikian, BPBD tidak terlibat dalam proses perbaikan tersebut. Padahal, kata dia, instansi itu berwenang mengurusi bencana, termasuk banjir dan pasca banjir.
“Saat ini pipa induk PDAM yang rusak karena dihantam banjir semua sudah diangkat menggunakan alat berat (Excavator) yang disewa oleh PDAM,” ungkap Kisman, Senin (01/08/2022).
Sudah dua hari proses perbaikan pipa tersebut dilakukan dan diperkirakan perbaikan pipa tersebut masih berlangsung sekitar tiga hari kedepan. “Dua hari ini kami terus berada di lokasi untuk perbaikan pipa, kalau cuaca bagus mungkin tiga hari kedepan perbaikan pipa bocor sudah selesai,” ungkapnya.
Selama tiga hari ini (kemarin), tidak ada pihak BPBD yang terlibat untuk membantu perbaikan. Bahkan, eksavator yang diklaim bahwa itu disewa oleh pihak BPBD. Padahal, alat berat yang digunakan untuk membantu perbaikan pipa tersebut, ia sendiri yang berkoordinasi dengan pemiliknya.
Kisman menegaskan, excavator yang disewa pihak BPBD bukan untuk membantu perbaikan pipa yang rusak, tapi perbaikan jembatan menuju RSUD yang ambruk saat banjir berapa hari lalu. “Sejauh ini, belum ada koordinasi dari pihak BPBD mengenai perbaikan pipa yang rusak,” ungkapnya.
Kisman mengaku, dua hari sebelumnya, ia sempat menghubungi Kaban BPBD, Sutomo Teapon dengan maksud berkoordinasi. Namun, pimpinan BPBD itu belum merespon.
“Tadi (kemarin) baru mereka datang ke lokasi pekerjaan. Tapi, bukan membantu, tapi hanya meminta kami klarifikasi pemberitaan di media,” ketusnya.
“Tapi untuk keterlibatan membantu kerja itu tidak pernah. Kalau mereka bilang alat berat itu mereka yang sewa, kami tidak tahu, karena alat berat yang kami gunakan saat ini pihak PDAM yang sewa,” tegasnya.
Secara terpisah, Kaban BPBD Sutomo Teapon ketika dikonfirmasi mengaku, alat berat excavator yang digunakan pihak PDAM saat ini disewa oleh BPBD berapa hari lalu untuk perbaikan jembatan menuju RSUD.
“Dilanjutkan untuk membantu PDAM melakukan perbaikan pipa kerusakan pipa induk yang terletak di dalam air. Excavator itu BPBD yang sewa untuk mengatasi semua kerusakan karena bencana banjir,” sahutnya. (Cr-03)

