SOFIFI – Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, yang juga selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Malut meminta tim gugus memperketat pintu masuk, baik laut maupun udara terhadap orang-orang yang datang dari luar daerah.
“Kita harus lebih disiplin mengawasi, terutama pelabuhan dan bandara jangan sampai jebol,” tegas gubernur dalam pertemuan dengan pihak perbankan dan pemegang IUP yang bertempat di Hotel Sahid Bella, Rabu 15/4). Langkah ini, kata gubernur, untuk menghindari jangan sampai orang yang datang dari luar daerah dikemudian hari diketahui telah terjangkit virus, bila tidak diawasi secara ketat.
“Jangan sampai apa yang pernah terjadi terulang kembali, seperti kondisi kesehatan pasien yang positif covid-19 awalnya baik-baik saja, tapi setelah dipulangkan hasilnya justru positif,” tandasnya, seraya meminta pintu-pintu masuk pelabuhan dan bandara harus betul-betul dijaga ketat. Gubernur juga mengintruksikan kepada sekda agar anggaran penanganan Covid-19 secepatnya disiapkan untuk keperluan petugas yang bekerja di lapangan, terutama petugas kesehatan.
Sementara Wakil Letua I Gugus Tugas Covid-19 Dandrem 152 Babullah Ternate, Kolonel Inf Endro Satoto mengatakan, bila lihat penyebaran saat ini ODP mulai menurun, bahkan menurunya sangat drastis, sedangkan PDP masih tetap berada di posisi standar 7 sampai 8 orang.
Endro berharap, tidak adanya perkembangan asal masyarakat tetap disiplin. “Kita harus komitmen bersama,” harapnya. Sementara Wakil Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Malut, Kapolda Brigjen Pol Rikwanto menambahkan, kepada seksi pencegahan agar dapat diseriusi. “Saya minta seksi pencegahan untuk serius,” pintanya.
Kapolda juga meminta setelah hasil rapat langsung action karena situasinya tanggap darurat. “Jangan berpikir susana damai, aman, tertib. Suasana tanggap darurat, ambil keputusan,” tegasnya. Sementara Ketua DPRD Provinsi Malut Kuntu Daud mendesak kepada perusahan-perusahan di Malut ikut berkontribusi, berupa bantuan sehingga dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.
Garda Terdepan Harus Diprioritaskan
Kapolda menyentil pola penanganan pandemi covid-19 yang berjalan selama ini, terutama dukungan anggaran untuk para tim medis yang menjadi garda terdepan. Orang nomor satu Polda Malut ini meminta gubernur dan petinggi satuan gugus agar sistem birokrasi yang dijalankan di tengah-tengah pandemik jangan dipersulit, tegang dan ketat.
Sebab, menurut kapolda, saat ini keadaan tanggap darurat, tentunya diberikan kondisi tanggap darurat pada birokrasi juga.
“Jika ada kesehatan atau tim dokter minta standard alat tertentu dan bisa dipertanggungjawabkan, familiar, akuntabel dan kapabilitasnya, maka dipenuhi, jangan berlama-lama berputar di birokrasi,” sindir Wakil Ketua ll Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malut, di ruang rapat posko utama, Rabu kemarin, disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda yang merupakan perangkat utama gugus, yakni gubernur, Danrem, Kajati Malut Andi Herman, Ketua Deprov Malut Kuntu Daut.
Bagi kapolda, tim medis adalah mereka orang-orang di garda terdepan butuh dukungan penuh agar serius dalam bertugas. “Pertanggungjawabannya nanti kita sama-sama semua di sini yang tanggungjawab, jangan ada pikiran yang miring dan aneh-aneh, saat ini semua wajib berpikir soal kepentingan masyarakat,” tegasnya. Menurutnya, dalam kondisi pandemik ada dua hal yang muncul. Pertama, adalah masyarakat itu sendiri bagaimana memeranginya. Kedua, rumor yang timbul baik masalah politik, ekonomi, sosial, hoaks, sampai kepada masalah pangan.
Untukuntuk menghindari rumor tersebut, dengan memerangi penyakit secara cepat dan kompak agar tidak menimbulkan kerusuhan sosial. “Saya sudah diperintahkan Kapolri untuk siapkan Twentegensi sistem kota bila perlu sebagai langkah antisipasi kerusuhan massa jika terjadi ke depan, makanya gugus tugas kesehatan itu diprioritaskan supaya mereka bisa eksen sesuai SOP,” terangnya, seraya berharap semua lini bekerjasama dan kompak.
Menanggapai hal tersebut, gubernur berharap soal anggaran jangan terlalu banyak berdebat. “Kita harus serius semuanya. Segera bergerak cepat, khususnya persoalan anggaran, saya kira tidak terlalu banyak kita harus berdebat, melainkan bertindak,” sahutnya. (iin)


Berikan Komentar pada "Gubernur Malut Minta Tim Gugus Tugas Perketat Pintu Masuk"