WEDA – Usulan Haji Salahuddin Bin Talabuddin (HSBT) kini telah berada di tangan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) untuk di memberikan pertimbangan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial dalam meneliti dan mengkaji usulan pemberian Gelar.
Sejauh ini tim TP2GP telah mengantongi 11 nama yang diusulkan menjadi pahlawan nasional termasuk HSBT. “Kita berdoa agar cita-cita kita semua bisa terwujud dan Haji Salahuddin Bin Talabuddin bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” ucap Bupati Edi Langkara.
Dihadapan warga saat acara malam ramah tamah usai upacara HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Arena Budaya Pendopo Falcino, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Bupati menjelaskan, makna dari pada memperjuangkan HSBT sebagai Pahlawan Nasional adalah ternyata setelah diikuti dari riwayat, sejarah dan perjalanan HSBT negeri Fagogoru telah dikenal oleh bangsa di dunia.
“Peristiwa heroik yang ditampilkan dengan melawan penjajah Belanda kemudian dia (HSBT) diasingkan dari keluarganya, masyarakatnya dan pendukungnya demi mempertahankan merah-putih di negeri Fagogoru,” tegasnya.
HSBT pada masanya diasingkan dengan sejumlah tokoh pejuang nasional yang dibui di Boven Digoel sama sama dengan Soekarno. “Jadi HSBT itu bersahabat dengan Soekarno, yang sama-sama dibuang di Boven Digoel, tak itu saja, HSBT juga di bui di Sawahlunto oleh Belanda,” tuturnya.

