SOFIFI – Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Maluku Utara (Malut), Gatot Miftakhul mengaku, pertumbuhan ekonomi Malut terganggu akibat dampak dari pandemi Covid-19, baik baik sektor pertambangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Menurutnya, sektor UMKM sangat rentan terkena dampak Covid-19, sebab pembayarannya dilakukan secara manual, sementara pertambangan juga sangat sensitif karena permintaannya dari seluruh dunia rendah. “Saat ini pertumbuhan ekonomi internasional sangat rendah pada triwulan dua dan tiga 2020,” jelasnya.
Kendati berdampak pada sektor pertambangan dan UMKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan berbagai program relaksasi bagi para bisnis usaha UMKM, karena pelaku usaha rentang terkena virus dan mengatisipasi masalah tersebut dengan melakukan konsep digital. “Kalau sudah masuk di situ pastinya Bank juga mengambil tindakan agar para pelaku usaha tidak mati. Bahkan, pihak Bank juga memberikan kelonggaran waktu bagi para pelaku usaha membayar kredit, asalkan ada kesepakatan antara para UMKM dan pihak Bank itu sendiri,” terangnya.
Selain berdampak pada sektor pertambangan dan UMKM, Covid-19 juga berdampak pada sektor transportasi baik penerbangan, laut, perhotelan, makanan dan minuman. Bahkan Gatot mengakui, perbankan juga menghadapi tantangan yang sangat berat baik dari sisi relaksasi kredit. Sementara Bank tetap memenuhi kewajiban pembayaran deposan dan deposito yang tidak bisa ditunda.
“Masalah pandemi covid-19 ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi perbankan karena relaksasi merupakan bentuk kontribusi bank terhadap semua yang terkena dampak Covid-19,” terangnya. Menurut Gatot, sektor prawisata dan hotel juga mengalami kerugian yang cukup besar karena ada pembatasan mobilitas masyarakat Indonesia. Dengan begitu, Bank akan memberikan kelonggaran.
“Semisalnya, bunga belum bisa dinaikan dan denda bagi pelaku usaha yang melakukan kredit,” tambahnya. Mengenai kerugian dari sisi nominal belum dihitung, namun secara kualitatif, Gatot mengakui kerugian yang cukup segnifikan. “Kalau kerugian dari sisi nominal belum kita hitung, tetapi secara kualitatif kerugiannya otomatis cukup signifikan,” sebut Gatot, Rabu (16/4). (iin)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)


Berikan Komentar pada "Pertumbuhan Ekonomi Malut Terganggu Covid-19"