DARUBA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai, menargetkan tahun 2024 Morotai menjadi kabupaten bebas Kusta.
Sebagaimana tema kegiatan Launching Kemoprofilaksis Kusta di Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2022 yang dilaksanakan di gedung Islamic Center, Kamis (15/9/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr Julys Giscard Kroons, melalui Kepala Bidang (Kabid) P2P, Syahril Adam, saat di wawancara mengungkapkan bahwa pada triwulan dua tahun ini sudah ada sekitar 25 kasus penyakit kusta di Pulau Morotai.
“NLR di Indonesia dalam hal menuntaskan penyakit Kusta di Indonesia lebih khusus lagi di Pulau Morotai, terus dalam kegiatan Kemoprofilaksis ini, Itu berawal di Provinsi Maluku Utara dimana Morotai prevalensi tertinggi dari 10 Kabupaten Kota yang di Provinsi Maluku Utara,” kata Syahril.
Menurut Syahril, dengan dasar itu, sehingga salah satu upaya yang akan dilakukan agar supaya Morotai bebas Kusta di tahun 2024.
“Dengan kegiatan Kemoprofilaksis ini, artinya memberikan obat pencegahan bagi yang tidak menderita penyakit Kusta, yaitu diberikan obat rifampicin single dosis,” tuturnya.
Untuk pencegahan, kata dia, diberikan satu Dosis pencegahannya dari umur 2 tahun sampai lansia. Tujuan, agar supaya Morotai bebas kusta.
Ia memaparkan, jumlah kasus di Kabupaten Pulau Morotai, dari 10 tahun terakhir ini mencapai 70 kasus penyakit Kusta.
“Sampai dengan triwulan dua tahun ini saja sudah ada 25 kasus. Terus 23 kasus Kusta Basah (MB) dan tiga kasus tipe kusta kering,” jelas Syahril.
Dikatakan, dari 88 Desa semua kasus tetap ada. Namun tertinggi ada di Kecamatan Morotai Selatan yaitu di wilayah Puskesmas Daruba. “Dia ada lebih kurang 7 kasus baru untuk 2022,” ungkapnya.
Upaya pencegahan penyakit ini, menurut Syahril, hanya dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.
“Mandi tiga kali sehari, terus jangan ganti-ganti handuk, karena itu juga merupakan potensi menular. Kemudian rumah juga dari sisi sanitasi ada jendela supaya ada udara keluar masuk juga ada sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah untuk bisa juga membunuh bakteri,” terangnya.
Bagi penderita pun tak perlu khawatir, karena penyakit ini bisa dengan mudah disembuhkan. Bahkan, obatnya pun gratis.
“Kalau pengobatan penyembuhan, kalau dia berdasarkan tipe kusta basah itu lebih kurang satu tahun. Sementara untuk tipe kering selama enam bulan minum obat, dan obatnya gratis ada di Puskesmas,” tuntas Syahril. (fay)

