TERNATE – Walaupun bukan pasien covid-19 yang meninggal, proses pemakaman 2 (dua) jenazah menggunakan standar kesehatan protokol covid-19. Kabupaten Halmahera barat (Halbar) Senin (20/4) dalam sehari tercatat dua pasien meninggal dunia.
Sekitar pukul 09.00 Wit pasien pertama dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, dimana hasil diagnosa RSUD Jailolo, Halbar menyebutkan, penyebab kematian pnenumonia yakni infeksi paru-paru atau gangguan pada pernapasan. Juru bicara Satgas covid-19 Malut dr. Alwia Assagaf menyebutkan, pasien pertama masuk ke rumah sakit sekitar pukul 06.00 pagi, dengan kondisi pnenumonia berat, sehingga pada pukul 09.00 yang bersangkutan meninggal dunia. Berdasarkan protap kementerian Kesehatan penggolongan PDP, jika memenuhi tiga kriteria, yakni mengalami demam, batuk ada masalah pernapasan, dan riwayat kontak berat. Dengan gejala yang sama, tapi berasal dari daerah tranmisi, sedangkan krteria ketiga, dengan pnenumonia sampai pnenumonia berat tanpa melihat riwayat kontak atau riwayat tranmisi.
Pada pukul 16.33 Wit pasien kedua berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) . yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dengan gejala mengarah ke corona virus. Informasi yang dihimpun Fajar Malut di Halbar, pemakaman kedua jenazah dilakukan Senin malam dengan menggunakan standar kesehatan protokol covid-19.
Diakui dr. Alwia Assagaf sebelumnya, pasien tersebut tidak masuk orang dalam pengawasan, hanya karena saat mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit dengan kondisi phenomian berat disertai dengan penyakit penyertaan lain.
“Pasien yang meninggal di Halbar berdasarkan penggolongan dari Kemenkes masuk dalam golongan pasien dalam pengawasan (PDP),”ungkap dr. Alwia Assagaf kepada wartawan ketika ditemui, Senin (20/4).(red)


Berikan Komentar pada "Dalam Sehari Dua Pasien di Halbar Meninggal"