DARUBA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pulau Morotai, menjamin harga dan stok barang kebutuhan pokok di Morotai pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak mengalami perubahan. Harga hingga stok bahan pokok dijamin aman hingga Desember mendatang.
“Ketersediaan bahan pokok kita di Morotai aman, dan untuk harga juga masih normal. Kami tidak bisa pastikan di 2023 nanti, tapi untuk tahun ini sampai Desember saya yakin harga barang masih normal,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan, Disperindagkop-UKM Pulau Morotai, Samsul Bahri Radjak, saat dikonfirmasi baru baru ini.
Menurutnya, untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Morotai, tol laut menjadi sarana utama.
“Torang yang penting tol laut normal, karena sebagian besar barang gunakan tol laut. Hampir 70 persen itu pakai tol laut, dan tol laut mampu seimbangkan harga, jadi biar reguler dong coba naikan harga, tetap harga barang normal,” katanya.
Samsul juga mengatakan, semenjak naiknya harga BBM, pengawasan harga barang di lapangan makin diperketat. Bahkan hampir setiap hari Disperindagkop-UKM selalu intens mengecek harga kebutuhan pokok di pasaran.
“Setiap hari kita turun cek ke lapangan, bahkan datanya setiap hari kita kirim ke tim inflasi di provinsi. Jadi kalau ada kenaikan tetap tercatat,” ujar Samsul.
Berikut daftar harga barang kebutuhan pokok per 29 September 2022 di pasar rakyat CBD, Kota Daruba, berdasarkan hasil pemantauan Disperindagkop-UKM Pulau Morotai.
Untuk harga beras sejak tanggal 22 sampai 28 September, dari 16 varian atau jenis tidak ada perubahan harga. Harga beras masih bertahan di kisaran Rp 11 ribu sampai Rp 14 ribu per liter sesuai merek.
Begitu juga harga gula pasir dan gula aren tidak ada perubahan, masih tetap di harga sebelumnya yaitu Rp 15 ribu per kilo untuk gula kristal putih curah, dan Rp 20 ribu per kilo untuk yang kemasan. Sedangkan gula aren tetap seharga Rp 25 ribu per buah.
Sementara minyak goreng, ada dua dari sembilan jenis yang harganya turun di minggu ketiga September yaitu minyak goreng merk Sunco kemasan yang sebelumnya Rp 35 ribu per kilo turun Rp 30 per kilo, dan merek tawon kemasan yang turun dari Rp 28 ribu per kilo menjadi Rp 27 ribu per kilo. Untuk tujuh jenis lainnya masih tetap di harga yang sama.
Sedangkan untuk daging, telur ayam, susu, tepung terigu, mentega, ikan dan harga bawang rica tomat (barito) masih tetap di harga sebelumnya kecuali harga cabe rawit merah dan hijau yang turun dari Rp 90 ribu per kilo menjadi Rp 80 ribu per kilo. (fay)

