Agroforestri Jadi Masa Depan Ekonomi Baru Petani Lokal

Yusmar Ohorella menyerukan petani untuk memanfaatkan lahan kosong secara maksimal

WEDA – Kepala Dinas Pertanian Pemkab Halmahera Tengah, Yusmar Ohorella menyerukan petani untuk memanfaatkan lahan kosong secara maksimal agar bermanfaat dan mendatangkan nilai ekonomi.

Hal ini disampaikan Yusmar kepada awak media selaku stakeholder eksternal dalam proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II Angkatan VIII tahun 2022, di kantor Dinas Pertanian.

“Proyek perubahan PKN tingkat II Angkatan VIII tahun 2022 ini dengan judul Strategi Membangun Agroforestry di Halteng,” ungkap Yusmar. 

Ada tiga tahapan kata Yusmar, dalam proyek strategi membangun Agroforestry ini, diantaranya tahapan jangka pendek, menengah dan panjang.

“Lokusnya dipilih untuk petani lokal yakni Kecamatan Patani, Kecamatan Weda Utara, Kecamatan Patani Barat dan,  Kecamatan Patani Timur. Masing-masing kecamatan dibentuk satu kelompok,” jelas alumni Magister Ilmu Lingkungan Universitas Padjajaran Bandung ini.

Program jangka pendek salah satunya pembentukan tim efektif,  sosialisasi pembentukan kelompok tani, dan sosialisasi terkait dengan proyek perubahan tentang strategi agroforestry di Halteng. 

“Sosialisasi telah dilakukan di empat kecamatan yang menjadi lokus dari proyek perubahan dimaksud,” ujarnya.

Tujuannya adalah penataan dan pemanfaatan lahan tanaman perkebunan, untuk kegiatan usaha tani tanaman hortikultura dan tanaman pangan.

Menambah pengetahuan tentang usaha tani tanaman hortikultura dan tanaman pangan. Kemudian untuk meminimalisir resiko tinggi terhadap aktivitas panen tanaman perkebunan. 

“Jadi kelompok yang dibentuk yakni masyarakat yang memiliki lahan perkebunan (kelapa dan pala) sehingga aktivitas kegiatan usaha tani berada dalam tanaman perkebunan,” terangnya.“Selama lahan-lahan dalam areal perkebunan tidak dimanfaatkan, Alhamdulillah melalui proyek perubahan ini kegiatan ini berjalan baik dan bermanfaat,” tuturnya. (udy)