Subsektor Unggulan dan Prioritas Bagi ASN
TERNATE – Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui dana Dekonsentrasi Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif melakukan Pelatihan Pemasaran Digital Subsektor Unggulan dan Prioritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketua Panitia Kegiatan Fauzan Samalagi saat memberikan sambutan mengatakan, pembangunan kepariwisataan Indonesia harus dilakukan secara sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Salah satu karakter keberhasilan pembangunan pariwisata mampu menyentuh pada pembangunan ekonomi kreatif masyarakat, salah satunya ditentukan oleh keberhasilan pembangunan sumberdaya manusia,” kata Fauzan saat memberikan sambutan .
Oleh karena itu, kata dia, pembangunan sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi penting dan harus dilakukan bersama-sama antar pemerintah pusat dan daerah.
Dengan semakin unggulnya sumber daya manusia di daerah akan terciptanya suatu destinasi yang lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan.
“Dengan kegiatan pengembangan sumberdaya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif, diharapkan dapat membantu melakukan akselerasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan memastikan masyarakat dapat menjadi tuan rumah yang baik, dalam menerima wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” tambah Fauzan.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahmid Wahab dalam sambutan menyebutkan, pelaksanaan kegiatan menjadi penting bagi semua, karena Pelatihan Pemasaran Digital Subsektor Unggulan dan Prioritas bagi ASN Tahun 2022, para ASN dapat memahami tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing, serta pentingnya partisipasi bersama dalam pembinaan pengembangan dan meningkatkan pemahaman terkait pengembangan pengetahuan dan keterampilan Aparatur Sipil Negara di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kata Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Malut, melalui Dinas Pariwisata Provinsi Malut, terutama Bidang Ekonomi Kreatif di era digitalisasi saat ini, akan melakukan elaborasi serta kolaborasi bersama para pihak yang mempunyai peran penting bagi pengembangan ekonomi kreatif.
“Sekarang ini ekonomi kreatif telah menjadi kekuatan baru sebagai mesin pendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan perekonomian masyarakat Malut mempunyai banyak potensi untuk meningkatkan pendapatan melalui ekonomi kreatif. salah satu strategi dan rencana Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara komprehensif,” tambah Tahmid.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak 25 dan 26 Oktober bertempat di Hotel Batik Kota Ternate, Maluku Utara.
Dimana sasaran dan peserta pada kegiatan itu adalah ASN terkait dari Dinas Pariwisata 3 Kabupaten dan Kota, termasuk ASN Dinas Pariwisata Malut, yaitu Ternate, Tidore dan Halmahera Barat, Disperindag Kota Ternate dan Disperindag Provinsi Malut, Bappeda Provinsi Malut sebanyak 45 orang.
Sementara yang menjadi narasumber adalah (Basman) seorang musisi dan juga demonstrator dan Clinician di beberapa Brand Internasional seperti Worwick, Jerman, Laney dan Inggris, Joody Mathews Poluan dengan materi Digital Dalam Dunia Musik, Koordinator Substansi Edukasi III Kemenparekraf RI, Toar Rames Emil Mangaribi dengan Materi Pengantar Ekonomi Kreatif dan Ketua Genpi Malut, Sofyan Ansar dengan materi Teknik Pemasaran Online Produk Kreatif menggunakan smartphone, sementara moderator pada kegiatan itu adalah Mira Hafel.(red/adv)

