Besok 50 Armada Sampah di Ternate Mulai Beroperasi

TERNATE – Dalam rangka untuk mengoptimalkan penanganan sampah di Kota Ternate berbasis paritisipatif, mulai Sabtu (10/12/2022) besok sebanyak 50 unit armada roda tiga mulai beroperasi, untuk efektifnya pengoperasian armada tersebut maka pada Kamis (8/12/2022) kemarin dilakukan rapat koordinasi dan evaluasi dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Lurah dan Camat ditiga Kecamatan serta para satgas di Kota Ternate dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly bertempat diruang rapat Kantor Bappelitbangda.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, rapat tersebut untuk membahaas sejumlah hal tekhnis berkaitan dengan  penanganan dan pemungutan sampah di kelurahan baik dari rumah ke transdepo, sampai dari transdepo ke TPA.

Untuk pengelolaan sampah sendiri kata dia,  tidak ada masalah di operasional, karena operasionalnya dialokasikan dalam APBD induk tahun 2022.

“Tidak ada informasi yang mengatakan operasional itu tidak ada, jadi kemarin kenapa sampai ada sebagian sudah melakukan operasi dan ada yang belum, karena ada kesepakatan mereka ditingkat kecamatan,” ungkapnya

Dikatakannya, ada sebagian yang berinisiatif melakukan operasi di kecamatan, tapi belum ditetapkan dan mulai Jumat hari ini pukul 14.00 sampai 16.00 WIT, membawa armada roda tiga dan mengambil bon minyak di DLH, kemudian mereka  melakukan aktivitas di hari Sabtu pagi.

Lanjut dia, dalam satu armada terdapat dua operator, dimana jadwal shift pagi dimulai pukul 06.30 sampai 10.00 WIT, sementara shift siang dimulai pukul 14.00 sampai 16.00 WIT. Dan pada rapat itu kata dia, disepakati selain tekhnis pengumpulan sampah tekhnis pembagian shift yang ada di kelurahan, karena tahapan sosialisasi telah dilakukan  dua bulan kemarin dengan melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan, serta petugas yang ada.

“Tadi juga disepakati bahwa untuk masalah BBM di DLH, karena selama ini BBM di DLH untuk armada yang sudah beroperasi melalui CSR dan beberapa armada sebelumnya,” jelasnya.

Disamping itu, upah dari hasil pekerjaan  dibayar melalui pos rekening di kecamatan. Bahkan, jika kendaraan roda tiga kerusakan juga telah dialokasikan di DLH, dan tekhnisi yang disiapkan oleh DLH.

“Jadi kalau ada kerusakan di jalan atau kelurahan itu biar saja di tempat, nanti tekhnisi datang perbaiki di tempat. Sehingga tidak perlu tunggu terlalu lama tinggalkan di kantor lurah, jika tidak bisa diperbaiki di tempat akan diderek dan dibawa ke bengkel,” ujarnya.

Rizal mengaku, di tahun 2023 lurah pun di fasilitasi dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari petugas satgas yang direkrut, artinya petugas satgas ada di kelurahan A, maka koordinator adalah lurah.

“Lurah punya tugas patroli pagi, apakah armada itu sudah berjalan sesuai rute yang diberikan, siangpun demikian. Dia tidak duduk dibelakang kursi, tapi dia juga turun kerja, dia berjalan sesuai diharapkan atau tidak,” tandasnya.

Meski begitu, Rizal menegaskan, lurah juga ikut bertanggungjawab atas pekerjaan yang dilakukan satgas, simpul  jejaring yang dibentuk DLH sampai kebawa harus sistematis pengelolaan sampah ini bisa berjalan maksimal.

“Lurah pun difasilitasi honor atas beban kerja ini, kami juga berikan honor agar mereka bisa turun di lapangan,” tutupnya.(cim)