Pemkot Dan Pemprov Diminta Anggarkan Biaya Perawatan di Lokasi Sail Tidore

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Sri Purwaningsih

TIDORE – Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Sri Purwaningsih meminta Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan agar dapat menjaga sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh Pemerintah Pusat untuk mendukung pelaksanaan acara puncak Sail Tidore 2022.

Sehingga dengan begitu, Pantai Tugulufa yang merupakan lokasi pelaksanaan sail, bukan hanya semarak pada saat pelaksanaan acara Sail Tidore, melainkan dapat menjadi pusat kawasan  pariwisata dan ekonomi di Kota Tidore Kepulauan.

“Perencanaan perawatan sarana dan prasarana yang telah dibangun untuk kegiatan acara Sail Tidore 2022 harus terakomodir di dalam dokumen RKPD 2023 Kota Tidore Kepulauan dan Provinsi Maluku Utara, serta Penganggaran untuk biaya perawatan sarana dan prasarana yang telah dibangun pada kegiatan acara Sail Tidore 2022 harus terakomodir di dalam dokumen APBD 2023 Kota Tidore Kepulauan dan Provinsi Maluku Utara,” imbuh Sri Purwaningsih.

Di kesempatan yang sama, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II, Hj. Erliani Budi Lestari mengatakan, pada kunjungan yang kesekian kalinya, sekaligus melakukan belanja masalah, baik infrastruktur maupun yang lainnya, dan akan ditindaklanjuti bersama pasca pelaksanaan Sail Tidore, ia juga memaparkan dampak pelaksanaan Sail Tidore 2022 bagi masyarakat, mulai dari Sektor Pariwisata, Sektor Infrastruktur dan Transportasi, hingga Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“Di sektor pariwisata, erat kaitannya dengan aspek transportasi, akomodasi, dan kuliner. Sebelum pelaksanaan Sail Tidore 2022, pendapatan sopir kendaraan umum sebesar 300-400 ribu rupiah per hari, tapi menjelang sail sampai penutupan, pendapatan mereka bisa mencapai 1 juta rupiah. Dari sisi akomodasi, tidak terlepas dari peran Kota Ternate, dan juga mendukung peningkatan pendapatan masyarakat terkait homestay dan penginapan di Ternate, rata-rata pendapatan kuliner sehari-hari 500-800 ribu rupiah dan pada saat Sail meningkat menjadi 3-4 juta rupiah perhari,” papar Erliani.

Erliani menambahkan, sementara terkait dengan infrastruktur, ada sebagian yang belum selesai dibangun karena terkendala launching yang terlambat, dan diharapkan Tahun 2023 akan dapat diselesaikan.

Untuk transportasi, masyarakat mengharapkan ada fasilitas penunjang pariwisata di Kota Tidore, berupa minibus untuk menunjang transportasi di Kota Tidore Kepulauan. 

Di sektor UMKM, Sail Tidore Expo 2022 dapat menstimulasi pelaku perdagangan antar pulau dan dapat memberikan dampak positif terhadap para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Pameran Sail Tidore Expo 2022 diharapkan dapat menjadi momentum UKM sebagai penggerak ekonomi nasional dalam memanfaatkan kebangkitan ekonomi nasional, Sail Tidore Expo 2022 dapat menjadi momentum untuk mendorong dan menciptakan pelaku usaha sebagai penggerak ekonomi nasional, serta titik balik kembalinya geliat ekonomi Indonesia, khususnya Maluku Utara dan Kota Tidore Kepulauan pasca pandemi Covid-19,” ucap Erliani. (hms/ute/pn)