Pemkab Morotai Disarankan Bangun Museum Mini di Lokasi Wisata Air Kaca

Wisata air kaca

DARUBA – Pengelola wisata Air Kaca, di Kabupaten Pulau Morotai meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai agar membangun museum mini di lokasi wisata air keca. 

Diketahui, wisata Air Kaca yang berlokasi di desa Joublea, Kecamatan Morotai Selatan itu merupakan salah satu tempat bersejarah pada masa perang dunia II. 

Lokasi tersebut juga menjadi tempat favorit panglima perang Amerika Serikat, Jenderal Douglas MacArthur. Selain menjadi tempat renang Jenderal Douglas MacArthur, Air Kaca juga menjadi tempat mandi para pasukan sekutu serta memenuhi kebutuhan air bersih dan lainnya.  

Permintaan pembangunan museum itu disampaikan oleh penjaga wisata Air Kaca, Sukur Kuseke (57), seorang warga Jouble yang sudah bertahun-tahun mengelolah lokasi wisata tersebut. 

Ia mengatakan, wisata Air Kaca kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan begitu, dia minta agar ada satu museum mini yang didirikan di lokasi tersebut. 

Dengan tujuan agar selain para wisatawan berkunjung di tempat pemandian Jenderal Douglas MacArthur juga bisa melihat peninggalan-peninggalan sejarah lainnya di lokasi tersebut. 

“Di wisata Air Kaca ini kan banyak kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, biasanya mereka saat berkunjung ke sini menanyakan peninggalan-peninggalan juga,” ungkap Sukur kepada wartawan, Minggu (18/12/2022). 

Hanya saja, sejumlah peninggalan perang yang ditemukan seperti senjata dan lain-lain hanya ditampung di rumah kebun miliknya yang tak jauh dari lokasi wisata tersebut.  “Saya berharap agar pemerintah bangun satu museum mini, supaya temuan-temuan saya ini bisa taruh di museum itu,” katanya.  

Sukur menjelaskan, tujuan adanya museum mini, agar bisa memperkenalkan salah satu lokasi wisata paling bersejarah di Morotai itu.  Sebab, menurutnya, wisata tersebut banyak dikunjungi oleh petinggi-petinggi negara baik TNI maupun Polri. Adapun wisatawan dari mancanegara. 

“Di sini banyak petinggi TNI dan Polri sering ke sini, mereka jaga tanya ada museum, tapi saya hanya bilang tidak ada, tapi barang temuan saya banyak, dan saya hanya taruh di gudang dan WC,” tuntas Sukur. (fay)