Pembangunan Swering di Kali Miro Halmahera Utara Terancam Tak Selesai 

Kegiatan pembangunan swering di bantaran kali Miro

TOBELO – Pembangunan swering sepanjang kurang lebih 54 meter di bantaran sungai (kali) Miro di desa Gamhoku Kecamatan Tobelo Selatan Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara terancam tak akan rampung hingga akhir Desember ini. 

Hal tersebut dapat terjadi, pasalnya hingga saat ini, proses pembangunan proyek swering yang diduga dikerjakan pada November lalu hingga saat ini tak kunjung dilakukan pembangunannya.

Selain itu, proyek yang diduga merupakan proyek Provinsi Malut ini tidak disertai tanda papan proyek terkait dengan pelaksanaan pekerjaan.

Bahkan proyek itu terkesan dibangun asal-asalan, pasalnya banjir yang sempat terjadi beberapa waktu sebelumnya, namun tidak dilakukan penggalian lebih dalam, sehingga dapat menahan abrasi yang dapat terjadi kapan saja. 

Sementara itu, berdasarkan konfirmasi media ini kepada sejumlah warga desa Gamhoku  menyebutkan, bahwa proyek tersebut sudah ditinggalkan dan tak kunjung dilanjutkan pembangunan hingga saat ini.

“Ia proyek ini sudah berlangsung sejak November lalu dan belum ada kelanjutannya, padahal pembangunan swering penahanan banjir perlu dilakukan karena pada waktu-waktu tertentu hujan terkadang terjadi sangat deras dan dapat menyebabkan air meluap bahkan mengikis pinggiran sungai,” jelas Dan warga setempat, Senin (26/12/2022). 

Sementara itu, warga lainnya sebut saja Petrik memintakan agar secepatnya diselesaikan. Selain itu perlu dilakukan penggalian lebih dalam sehingga dapat bertahan lama jika terus diterpa banjir pada waktu-waktu mendatang. 

“Kami tidak tahu ada papan proyek dan kapan berakhirnya dilakukan pekerjaan jika ditanyakan. Tetapi kami mendengar bahwa proyek ini merupakan proyek pembangunan swering sepanjang 54 meter dan kedalaman 2 meter lebih, diduga merupakan proyek dari provinsi Malut. 

Begitupun untuk biaya pekerjaan kami tidak tahu, yang kami mintakan adalah segera dikerjakan secepatnya dan dapat diselesaikan sehingga tahun depannya dapat ditambahkan karena penambahan panjang swering masih belum menjawab sepenuhnya pemukiman masyarakat sekitarnya jauh dari ancaman abrasi dan meluapnya air sungai kapan saja,” pintanya. (fer)