BPRS Bahari Berkesan Pastikan Sumbangkan PAD ke Pemkot Ternate

Aktifitas BPRS Bahari Berkesan
Aktifitas BPRS Bahari Berkesan

TERNATE- Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan, yang merupakan salah satu bank milik Pemkot Ternate memastikan akan menyumbangkan pendapatan ke daerah mencapai Rp2.1 miliar, hasil dari aktififitas selama tahun 2022 kemarin. Jumlah kontribusi PAD sebesar ini patut jadi perhatian Pemkot Ternate kedepan karena meski tidak mendapat penyertaan modal namun BPRS terus intens memberikan kontribusi ke PAD tiap tahunnya.  

Dirut BPRS Bahari Berkesan Risdan Harly mengatakan, sampai awal Januari 2023 kegiatan dan aktifitas BPRS cukup ramai, hal ini karena BPRS Bahari Berkesan melayani traksaksi pembayaran dari Pemkot Ternate, bawaan dari 2022 ke 2023.

Menurut dia, pencapaian BPRS dari rencana bisnis bank (RBB) 100 persen, dan ini baru kali pertama BPRS memenuhi target dimana untuk Aset dan RBB tahun 2022 sebesar Rp. 89.313.000.000 dan tercapai sampai akhir tahun sebesar Rp.143.338.287.854, dan dana pihak ketiga dimana dalam RBB ditargetkan Rp.47.000.000.000 realisasi Rp.69.064.062.618, penyaluran pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp.70.600.000.000 tercapai sebesar Rp.71.211.032.470, modal yang ditargetkan Rp.18.820.000.000, realisasi sebesar di tahun 2022, serta laba yang ditargetkan sesuai dengan RBB sebesar Rp.4.169.000.000 dan terealisasi sampai akhir tahun sebesar Rp.4.664.984.993.

“Kita berharap kedepan lebih baik lagi ada peninggkatan sehingga bisa memberikan kontribusi ke daerah lebih besar, dan tahun ini kita kemungkinan memberikan kontribusi PAD ke daerah sesuai dengan laba yang diterima maka sebesar Rp.2 miliar lebih yang akan disumbangkan ke daerah sebagai pendapatan,” jelasnya, pada Senin (2/1/2022).

Dikatakannya, pihaknya berkeinginan pada tahun 2022 lalu pencapaian laba sebesar Rp.5 sampai Rp.6 miliar sehingga kontribusi ke pendapatan daerah mencapai Rp.3 miliar, namun hal itu tidak bisa terealisasi akibat dari banyaknya biaya yang dikeluarkan.

“Karena dalam operasional ini belum ada penyertaan modal dari Pemda, kalau ada penyertaan modal maka bisa mendukung operasional kita dalam penyaluran pembiayaan sehingga pendapatan kita lebih besar,” ungkapnya.

Untuk rencana pada tahun 2023 ini pihaknya tidak menargetkan yang besar, karena masih tetap mempertimbangkan persaingan antar bank, dan ketidakpastian situasi ekonomi disertai belum ada gambaran penyertaan modal dari Pemda.

“Jadi tagetkan kita pada 2023 ini kita hanya naikan 2 persen dari target di tahun 2022 kemarin, untuk mengantisipasi jangan sampai target yang besar tapi tidak tercapai. Tapi kontribusi pendapatan yang akan kita sumbangkan ke daerah sebagai PAD berkisar 2,1 miliar,” tegasnya.(cim)