SANANA – Kebanyakan warga Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tidak menyampaikan secara jujur terkait riwayat perjalanan mereka. Buktinya, pada Kamis (30/4) malam, sebanyak 50 orang melakukan pemeriksaan oleh Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19.
Pemeriksaan ini dilakukan lantaran dua orang sebelumnya dilakukan Rapid test sejak 24-26 April, dan hasilnya reaktif. Dua orang itu memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar, yakni Jakarta dan Ambon.
Sementara 2 orang yang reaktif tersebut, mereka sama-sama dari Jakarta dengan 50 orang yang jalani pemeriksaan. Pemeriksaan itu sejumlah dokter kembali menanyakan riwayat perjalanan mereka dan gejala yang dialami.
Namun kekurangan Rapid test sehingga hanya dilakukan kepada 11 orang , 6 diantaranya reaktif.
50 orang yang hadir itu , 36 orang adalah warga Fogi, dan 14 adalah warga Desa Waihama.
“Iya, malam ini kami lakukan pemeriksaan sebanyak 50 orang. Mereka rata-rata adalah pedagang pakaian di pasar Basanohi Sanana,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Percapatan Covid-19 Kepsul, Hendra Irawan Umabaihi.
Hendra mengatakan, sebelumnya ada satu pasien yang pernah mengeluh ke dokter. Hanya saja, orang tersebut tidak jujur kepada dokter terkait dengan gejalanya. Dokter sendiri kesulitan mencari alamatnya, ketika posko Desa Fogi didirikan, diketahui orang tersebut beralamat di Fogi.
“Kemudian petugas Covid-19 kabupaten datangi rumah orang itu dan lalukan Rapid test pada 24 April, dan hasilnya reaktif. Pada 26 April, petugas kemudian melakukan Rapid test susulan terhadap ibunya. Hasilnya sama, yakni reaktif,” bebernya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepsul itu menyesalkan warga yang baru tiba di Sula tapi tidak jujur terhadap riwayat perjalanan mereka. “Harusnya dari awal turun di pelabuhan Sanana itu sudah harus jujur ke petugas pada saat pemeriksaan. Mereka yang 50 orang itu, sebagian besar hanya sampaikan kalau mereka dari Ambon. Padahal rata-rata dari Jakarta.
Sekadar diketahui, jumlah keseluruhan yang lakukan Rapid test dan hasilnya reaktif itu sudah sebanyak 10 orang.
Dari data yang dikantongi media ini, 6 orang yang malam ini hasil Rapid test-nya reaktif itu, beberapa di antaranya pernah naik kapal Dorolonda dari Jakarta tujuan Ambon.(nai)


Berikan Komentar pada "Rapid Test, 6 Warga Kepsul Reaktif"