Rencana Relokasi Lahan di Tiga Kecamatan Halmahera Barat

Kantor Bupati Halmahera Barat

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Bagian Tata Pemerintahan berencana merelokasi lahan di tiga kecamatan tahun ini. Tiga lokasi tersebut, diantaranya Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, Pantai Wisata Lapasi Desa Lako Akelamo, Kecamatan Sahu, dan Idam Gamlamo, Kecamatan Sahu Timur.

“Pada 2023 ini rencananya relokasi lahan di tiga tempat, yaitu Desa Domato kurang lebih 3 hektare dan sudah ada pembicaraan akan melakukan rapat untuk melakukan penyelesaian,” ungkap Kabag Tata Pemerintahan Fadli Husen pekan kemarin.

Untuk di Pantai Wisata Lapasi untuk pembebasan lahan dan juga nursery modern di Idam Gamlamo saat ini sudah berjalan.  Tahun ini juga akan difokuskan meninjau aset-aset pemda seperti sekolah, puskesmas, jalan dan lahan kosong yang belum bersertifikat bakal disertifikasi. “Dan minggu depan kita akan ke Loloda untuk meninjau jalan sekaligus aset-aset pemda,” kata Fadli

Mantan Kepala Bidang Kasda BPKD Halbar ini mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pertanahan sudah melakukan pengukuran ruas jalan di Desa Tuada dan Matui yang menggunakan PEN dengan luas sekitar 11 kilometer.

“Kegiatan pengukuran masih berlanjut, belum selesai. Dan di Jailolo itu kemungkinan tersisa 10 kavling yang belum bersertifikat. Aset pemda yang paling banyak itu jailolo, mudah-mudahan pada tahun 2023 bisa disertifikatkan semua,” ujar Fadli.

Untuk masalah lahan yang belum dibayar, tambah dia, di antaranya Puskesmas Akelamo, PLN Barataku dan depan Toko Megaria. Tahun ini diupayakan segera dibayar.

“Depan Megaria itu kendalanya karena hasil penilaian dan kemauan pemilik lahan itu berbeda, tetapi pemda tetap mengikuti penilaian. Kita akan koordinasi dengan keuangan karena itu juga harus ada panitia pembebasan lahan dan secepatnya akan dilakukan rapat bentuk panitia persiapan pembebasan lahan,” pungkasnya. (ais).