WEDA – PT. Irama Prima Sejahtera (IPS) sukses melakukan suplai ikan di PT. Indonesia Weda bay Industrial Park (IWIP). Hal ini merupakan langkah nyata Pemkab Halteng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Halteng mengawal pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengiriman ikan perdana ke PT. IWIP tersebut dilepas langsung oleh Pj Bupati Halteng Ikram Malan Sangaji.
Menurut Direktur PT. Irama Prima Sejahtera Maya Husni kepada wartawan Fajarmalut.com saat diwawancara mengatakan, pengiriman perdana ikan langsung ke PT. IWIP berbagai jenis, yaitu ikan dasar campuran, baby tuna dan cakalang.
“Pengiriman itu rata-rata bobot ikan 1 sampai 3 kilogram,” ucap Maya.
Mayan mengaku kapasitas permintaan perusahaan 1 bulan bisa mencapai 50-60 ton (itu jenis ikan cakalang dan baby tuna). Kalau ikan dasar bisa lebih itu.
“Stoknya sampai sekarang PT. Irama Prima Sejahtera belum ada kendala untuk melakukan penyaluran tersebut. Aman-aman sih, selama ini tidak ada kendala, kekurangan atau lainnya itu tidak ada,” ujarnya lagi.
Dikatakannya, stok ikan itu biasanya diambil dari nelayan Halteng. Kalaupun misalnya ada stok tertentu mereka (nelayan Halteng) tidak bisa penuhi baru kita ambil dari luar. Salah satu kendala lain adalah belum ada kapal penampung ikan.
“Sehingga kalau nelayan Halteng tak mampu, maka kita akan mengambil stok dari daerah-daerah lain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan perusahan,” jelasnya.
Untuk itu Maya Husni berharap kedepan nelayan-nelayan Halteng bisa lebih aktif lagi dari nelayan-nelayan luar Halteng. Pasalnya perusahaannya selalu mengambil stok ikan dari Sorong.
“Sebab di sana (Sorong) nelayan-nelayan sudah tertata dan kapal penampung ikan banyak, sehingga nelayan di sana ada semangat,” sebutnya.
Kalau di Halteng, nelayan-nelayan ingin memancing, tapi pertanyaan klasik yang sering mereka tanyakan adalah stok ikan mereka mau dikemanakan. Artinya siapa mau mengambil ikan dari nelayan dengan puluhan ton.
“Sekarang kegelisahan itu bisa saya jawab dengan bisa menampung ikan dari nelayan untuk di kirim ke IWIP,” tuturnya.
“Insyaallah kedepan saya siap turun ke desa-desa untuk kumpul para nelayan,” lanjut Maya. Untuk nilai ikan di IWIP diakui tidak terlalu tinggi. Inilah salah satu kendala nelayan Halteng tidak mau distribusi ikan ke kami.
Sebab, ikan dasar campuran bisa tembus Rp53.000 per kilo. Kalau ikan kakap (goropa) bisa tembus hagar Rp60.000, kalau cakalang dan baby tuna Rp50.000 sampai Rp55.000 per kilogram.
“Tapi dengan nilai jual yang ditawarkan IWIP itu bisa dimaklumi karena kita bicara jangka panjang,” tukasnya.
Jadi tidak perlu untung besar yang penting terus menerus dengan jumlah yang selalu meningkat, maka kami yakin bisa berkembang dan nelayan bisa sejahtera.
Sementara itu Pj Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji saat melepas pengiriman perdana ikan ke PT. IWIP oleh PT. Irama Prima Sejahtera mengatakan, ingin perusahan yang dikelola oleh Maya Husni dan suami Julkifli Alting berkembang dan menjadi perusahan penampung ikan yang besar.
“Untuk itu management usaha harus ditingkatkan karena itu sangat penting,” pesan Ikram.
Untuk itu 4 ton lebih ikan yang dikirim ke IWIP oleh pengusaha lokal adalah sebuah terobosan yang sangat berharga.
“Saya sangat ingin warga Halteng menikmati SDA yang ada. Jadi kita nikmati dulu baru orang lain,” pungkasnya.Untuk itu kita harus bersama-sama dengan PT. Irama Prima Sejahtera dan mendukungnya sebab ini adalah putra asli Halteng, untuk itu, kedepan karyawan harus utamakan safety. (udy)

