TERNATE – Tim gugus percepatan penanganan Corona Virus Disease atau Covid-19 Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali mengupdate data terbaru perkembangan penanganan Covid-19.
Juru bicara tim gustu covid-19 dr. Alwia Assagaf mengungkapkan, berdasarkan data gugus tugas di wilayah Provinsi Malut yang didapatkan dari Dinas Kabupaten/Kota dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Ternate serta kajian epidemologi setelah tambahan positif pada Minggu (3/5), Kota Ternate disebutnya telah menjadi Kota yang resiko tinggi telah terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Malut. Ini karena ada tiga pasien terkonfirmasi positif belum diketahui dari mana asal penularannya.
dr. Alwia Assagaf menjelaskan, dari hasil kajian epidemologi, Kota Ternate termasuk yang resiko tinggi transmisi lokal. Kata dia, sudah ada transmisi lokal hasil penularan dari pasien 01 ke pasien 02 asal kabupaten Taliabu. Meski dinyatakan sembuh dan sudah kembali ke Taliabu, dan tracking kedua tidak ada lagi kasus yang berlanjut. Kemudian pasien 04 yang sudah sembuh dari Kota Tidore kepulauan, tetapi karena adanya tracking kontak dengan pasien 03 yang beralamat di kota baru, sehingga pasien 04 yang sembuh belum bisa dipulangkan.
Selain itu, ada juga pasien 08 transmisi ke 48 di mana pasien 07 beralamat di Kelurahan Tabam, keduanya berteman sehingga memiliki kontak erat dengan pasien 48. Yang lebih fatal lagi yakni adanya kasus 07 di Kelurahan Jati, kasus 42 di kelurahan Kalumpang dan kasus 47 di Bastiong ketiga kasus ini belum diperoleh dari mana asal usulnya, sebab ketiga orang tersebut walau ada yang memiliki riwayat bepergian kembali ke Ternate dan sudah melewati masa inkubasi, sehingga tidak diketahui terinfeksinya dari mana. “ Tetapi ini merupakan kasus transmisi lokal,” ungkapnya.
Karena itu, dihimbau kepada Tim Gugus Tugas Ternate agar benar-benar melakukan tracking, kemudian diperluas melakukan rapid test untuk memperoleh dari mana sumber penularan kasus 07, kasus 42 dan 47, begitu juga dengan masyarakat Kota Ternate. “Kami menghimbau karena sudah ada penularan dan sudah ada transmisi lokal, bukan lagi dari pelaku perjalanan mohon betul-betul melaksanakan himbauan protokol kesehatan dengan jaga jarak menggunakan masker, sering cuci tangan pakai sabun,” pintanya.
Sebelumnya, dr. Alwia juga mengungkapkan, Senin (4/5) pihaknya mencatat jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 511 orang, Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 162 orang, Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 8 orang, Jumlah status kasus terkonfirmasi positif sebanyak 50 orang dan Jumlah kasus sembuh Covid-19 sebanyak 5.
“Jumlah OTG pada hari ini ada ketambahan sebanyak 2 orang di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), untuk kasus ODP turun sebanyak 16 orang dikarenakan selesai masa pemantauan,” katanya.
Sedangkan untuk kasus PDP ada penambahan 1 orang di Kota Ternate. Untuk rapid test sampai Senin sore . Telah dilaksanakan pemeriksaan kepada 2.178 orang, dan didapatkan hasil 123 orang reaktif yaitu 58 OTG, 39 ODP, 5 PDP dan 21 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit. “ Sedangkan 2.055 orang dengan hasil rapid test non reaktif,” jelasnya.
Kata dr. Alwia, saat ini yang sementara dirawat di RSUD Chasan Boesorie sebanyak 12 kasus positif Covid-19, termasuk 1 konfirmasi demak, dan 3 orang kasus PDP. Sedangkan yang menjalankan karantina di Sahid Hotel-Ternate sebanyak 49 orang dengan rincian 23 pasien terkonfirmasi positif, 16 OTG, 5 ODP, 1 PDP, dan 4 pelaku perjalanan. (nas)

