Forum Ranwal RKPD Bahas Isu Strategis Halmahera Tengah

Kepala Bappelitbangda, Salim Kamaluddin

WEDA – Bappelitbangda Kabupaten Halmahera Tengah menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2024.

Menurut Kepala Bappelitbangda Halteng, Salim Kamaluddin, forum tersebut digelar guna membahas isu-isu dan masukan untuk perencanaan pembangunan daerah tahun 2024. “ Forum konsultasi publik rancangan awal RKPD menjadi rangkaian dalam penyusunan perencanaan program setiap tahunnya,” katanya.

“Forum ini adalah kelanjutan dari pembahasna isu strategis yang sudah dilakukan sebelumnya untuk dibahas lebih lanjut dan dimantapkan di Musrenbang tingkat Kabupaten mendatang,” jelasnya.

Salim menyampaikan, setelah disepakati Ranwal RKPD ini akan dijadikan sebagai dokumen RKPD untuk kemudian dilakukan musyawarah tingkat kecamatan. Musyawarah tingkat kecamatan itu, selain kebijakan kebijakan ditingkat desa yang menjadi bagian rancangan pembangunan di desa yang diatur dalam permdes, kemudian di integrasikan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah.

Setelah dimusyawarahkan di tingkat kecamatan, katanya  dokumen itu dibawa pada musrembang tingkat kabupaten. “Dan musrembang kabupaten itu disepakati usulan usulan yang seirama dan searah dengan kebijakan daerah yaitu lima program prioritas,” tandasnya.

Selain lima program prioritas itu, juga sebelumnya program-program yang belum dituntaskan juga akan menjadi bagian dari pembahasan. “Asalkan tepat sasaran dan tepat lokus. Termasuk dengan penguatan ekonomi. Jadi ada pemerataan,” pungkasnya.

Termasuk penegasan Pj Bupati perihal pengentasan kemiskinan dari 12 persen harus menjadi 5 persen. “Termasuk indeks soal harapan lama sekolah harus meningkat, penanganan stunting harus turun, usia harapan hidup meningkat dan sebagainya,” tutur Salim.

“Itu yang di strasing sehingga OPD-OPD terkait baik urusan wajib, dan urusan pilihan agar fokus untuk merancang rencana kerja daerah di dalam OPD itu dia sejalan dan menjadi dokumen daerah. “Intinya adalah secara komperhensif dapat menuntaskan permasalahan yang dihadapi sesuai kondisi dan lingkungan,” tutup Salim. (udy)