BPBD Tikep Masuk Daftar Lomba Unesco Tangani Bencana

Pengakuan Internasional Masyarakat siaga Tsunami tahun 2023

TIDORE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), masuk dalam daftar lomba Pengakuan Internasional Masyarakat Siaga Tsunami Tahun 2023 yang akan diselenggarakan oleh Unesco. 

Unesco merupakan Organisasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. 

Menurut Kepala BPBD Kota Tidore, Muhammad Abubakar, dalam lomba tersebut, ada kurang lebih 15 Kabupaten/Kota yang mewakili Indonesia untuk diperlombakan, diantaranya, Aceh, Nagari Tapakis (Kota Padang), Bengkulu, Cilegon, Pelabuhan Ratu, Bantul, Cilacap, Pacitan, Banyuwangi, Buleleng, Serangan (Kota Denpasar), Ambon, Tidore Kepulauan, Manado dan Desa Gili Indah, (Lombok Utara).

“Jika kita menang pada lomba ini, maka akan diberikan penghargaan melalui Organisasi Internasional lewat Bank Dunia,” jelasnya, saat berbincang dengan wartawan media ini, di kantornya pekan kemarin. 

Lebih lanjut, Muhammad mengaku, April mendatang, BPBD Kota Tidore sudah akan diberikan kisi-kisi untuk mempersiapkan diri melakukan presentasi di Unesco. 

“Lomba ini akan dilakukan pada tahun 2023, hanya saja untuk waktu penilaiannya, itu nanti ditetapkan oleh Unesco, karena dari mereka yang langsung melakukan penilaian,” jelasnya. 

Ia menambahkan, untuk menjemput lomba tingkat Internasional ini, BPBD Kota Tidore sudah sangat siap, baik dari segi administrasi maupun konstruksi penanganan bencana. Sementara untuk wilayah yang akan dipilih untuk dilakukan simulasi, terdapat di beberapa Desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana yang tersebar di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Oba, terdiri dari Desa Talagamori, Desa Bale, Desa Koli dan Desa Kosa. 

Untuk Kecamatan Oba Tengah, terdapat Desa Yehu dan Desa Tauno, dan satunya lagi berada di Kecamatan Tidore Timur, tepatnya di Kelurahan Tosa. 

“Dari beberapa Desa dan Kelurahan ini, kami akan memilih kurang lebih 4 desa untuk dijadikan simulasi, guna dilakukan penilaian,” tuturnya.

Terpilihnya BPBD Kota Tidore untuk ikut dalam lomba tingkat Internasional, tidak terlepas dari dukungan Walikota, Capt. H. Ali Ibrahim dan Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen, yang serius memfokuskan perhatian terhadap masalah kebencanaan di Kota Tidore. 

Selain itu, ini juga merupakan bentuk kerjasama yang baik antara Pemerintah Kota Tidore bersama BMKG Provinsi Maluku Utara. 

“Sebagai pembantu Walikota dan Wakil, kami terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat, demi terwujudnya Tidore Jang Foloi, yang merupakan Visi besar Walikota dan Wakil,” tuturnya. (ute)