TIDORE – Kepala Bidang Fasilitas Sarana Distribusi Perdagangan, Disperindagkop dan UKM, Andi Kirana, membantah tudingan Pemilik Kedai Jojobo yang menyeret namanya menyebut lapak milik kedai jojobo akan digantikan oleh keluarga Wakil Walikota Tidore Kepulauan.
Menurutnya, tudingan tersebut tidak benar, bahkan ia tidak pernah menyampaikan kepada pemilik kedai Jojobo, bahwa tempat tersebut akan digantikan oleh ipar dari Wakil Walikota.
“Saat itu memang saya bertemu dengan Ibu dari orang tua pemilik kedai Jojobo di pasar, namun saya tidak pernah mengatakan kalau tempat tersebut akan digunakan oleh keluarga atau iparnya Wakil Walikota,” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan media ini di ruang rapat Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kota Tikep, Senin, (27/2/23).
Perempuan yang akrab disapa Ibu Nana ini mengaku, setelah muncul pemberitaan yang menyeret namanya mencatut nama Wakil Walikota, ia sempat menghubungi orang tua dari pemilik Jojobo melalui telepon, maupun pesan lewat WhatsApp (WA), namun tidak digubris.
“Saya sempat menelpon Om Pati (Orang Tua Pemilik Jojobo), namun dia tidak angkat, Saya WA juga tidak digubris, paginya, saya kemudian mengirimkan pesan lewat WA yang isinya, Pak Haji saya ada masalah pribadi dengan Pak Haji dan keluarga jojobo, kalau memang selama ini ada ketersinggungan saya minta maaf, tetapi saya merasa tidak adil jika diperlakukan seperti ini,” bebernya.
Apakah ada upaya hukum untuk memulihkan nama baik.? Ditanya demikian, ibu Nana lebih memilih bertawakal daripada harus menempuh jalur hukum.
“Soal masyarakat mau percaya atau tidak bagi saya tidak masalah, karena yang pasti saya tidak pernah cumu nama Wakil Walikota dalam masalah ini, karena memang saya tidak pernah dengar dan tidak tahu soal itu,” pungkasnya.
Selain nama Ibu Nana, yang diseret pemilik Kedai Jojobo sebagai sumber Informasi yang mengatasnamakan Keluarga Wakil Walikota akan menggantikan lapak yang digunakan pemilik jojobo, Ibu dari orang tua pemilik Kedai Jojobo yang diketahui bernama Ci Ode, juga menyebut informasi yang didengarnya itu, juga langsung dari Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim.
Namun setelah dikonfirmasi, Walikota membantah atas pernyataan tersebut, bahkan menurut Walikota, dirinya saat itu sangat kesal dan menyampaikan rasa kekecewaannya kepada Pemilik Jojobo, karena dianggap telah menyulitkan konsumen soal harga, di saat momentum Sail Tidore berlangsung. (ute)

