Penyebab Excavator di Taliabu Terbakar Masih Diusut

Excavator yang dibakar di kawasan air lise

BOBONG – Polres Kabupaten Pulau Taliabu mengusut penyebab kebakaran satu unit excavator merk hitachi ZX200 di kawasan air lise, Desa Balohang, Kecamatan Lede, Sabtu (11/3/2023) pekan kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun Fajar Malut, excavator itu belum lama diturunkan ke lokasi untuk mengerjakan proyek jalan di kawasan air lise, Desa Balohang.

Namun, alat berat yang terparkir di tepi jalan di kawasan perkebunan air Lise itu ditemukan sudah menghitam karena terbakar. Meski belum diketahui penyebabnya, banyak pihak menduga alat berat itu sengaja dibakar orang tidak dikenal (OTK).

Kapolres Taliabu, AKBP Totok Handoyo setelah menerima laporan kebakaran alat tersebut langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil meminta keterangan dari dua orang saksi bernama Mansur A dan Sahrun Ajiji.

Berdasarkan keterangan saksi Mansur A, ia menerima telepon dari seorang warga atas nama La Talo, sekira pukul 07.00 WIT, Sabtu pekan kemarin yang mengabarkan bawah excavator yang sering digunakan ditemukan terbakar. “Setelah itu, pelapor mendatangi tempat kejadian dan melihat bahwa benar excavator telah terbakar,” kata AKBP Totok, mengutip keterangan saksi, Minggu (12/3/2023) akhir pekan kemarin.

Mansur yang menerima laporan itu kemudian melaporkan masalah ini ke Kapolsubsektor Lede, Aiptu Arif Idu untuk didalami. Polisi lalu mengambil langkah mengamankan lokasi pembakaran excavator di TKP saat itu juga.

Atas kejadian tersebut, pelapor merasa dirugikan dan meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. “Ia datang ke SPKT Polres Pulau Taliabu untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Pemilik excavator yang ditemukan terbakar  itu bernama Tria Desariyanto Sarihi, bertempat tinggal di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat.  Akibat peristiwa itu, pemilik alat berat mengalami kerugian ditaksir sebesar Rp 300 juta lebih.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki motif kejadian sembari mencari bukti-bukti di lapangan.  Apalagi, alat berat jenis exvator yang terbakar bukan baru kali ini.

Sebelumnya, tepatnya Januari 2023 lalu, satu unit exvator juga dikabarkan terbakar di lokasi air Samada, Desa Todoli, Kecamatan Lede. Hal serupa telah dilaporkan ke Polsek Taliabu Barat, namun pelakunya belum membuahkan hasil. (bro)