BOBONG – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara terus memantau ketersediaan stok sembako dan bahan bakar minyak (BBM) mulai memasuki bulan ramadhan hingga menjelang H-2 lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah.
Terbaru, pemerintah daerah setempat melalui Asisten I Setda, Maaruf menggandeng Disperindagkop-UMKM, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Satpol-PP untuk ikut memantau harga sembako BBM sejumlah toko dan pasar tradisional Bobong, Kamis (20/4/2023).
Selain memantau ketersediaan stok, pemerintah setempat juga memastikan harga kebutuhan pokok, baik sembako maupun BBM tidak dinaikan secara sepihak menjelang lebaran nanti oleh pedagang.
“Ini dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pokok dan BBM selama Ramadhan hingga idul Fitri nanti tetap stabil, baik dari sisi harga maupun stok sesuai arahan dari pak Bupati sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi hingga selesai mudik lebaran nanti,” kata Maaruf.
Amatan Fajar Malut, Maaruf bersama Kepala Disperindagkop-UMKM, Dince Muhdin, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Satpol-PP menyambangi sejumlah toko di pasar Bobong.
Dari hasil pantauan, asisten I memastikan BBM dan sembako termasuk daging sapi tetap stabil, baik dari sisi harga maupun stoknya menjelang hingga selesai lebaran. “Alhamdulillah, stok sembako dan BBM dalam kota Bobong saat ini tetap aman, harga barang seperti telur, daging sapi dan Barito juga tetap stabil dari sisi harga,” sebut mantan Sekretaris DPRD Taliabu ini.
Bahkan kata Maaruf, menjelang dua hari lebaran ini sejumlah bahan pokok seperti rica, tomat dan bawang mengalami penurunan harga. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait lonjakan harga pasar yang biasa terjadi menjelang lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Semua harga barang stabil, bahkan Harga Barito justru turun, jadi masyarakat tak perlu khawatir ada kenaikan harga. Kita akan tetap pantau perkembangan harga dan stok yang ada di pasaran khususnya di ibukota Bobong saat ini,” jelasnya.
Daging sapi, mislany, saat ini harga tetap stabil, yakni 130.000 per kilogram, sementara untuk telur ayam juga masih tetap per 1 rak bisa di dapat dengan harga Rp 55.000 per rak.
Sementara aktivitas jual beli di pasar Bobong terpantau aman dan tertib, meski menjelang lebaran saat ini aktivitas pembeli di pasar mulai berkurang. Sebab, sejak pekan kemarin arus mudik ke luar ibukota Bobong sudah mulai ramai.
Ini berbeda dengan ibu kota lainnya yang pada saat lebaran justru lebih banyak masyarakat yang berbondong bondong ke kota sehingga berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasaran.
Pewarta : Brongen
Editor : Zulkifli Hi Saleh

