TERNATE – Puluhan petugas puskesmas di Kota Ternate mengikuti Pelatihan Entemologi Malaria yang diselenggaran oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, pada Jumat (15/12/2023).
Kepala Bidang Pencehagan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Ternate Wirda Albaar mengatakan, pelatihan yang selenggarakan tersebut dalam rangka untuk peningkatan kemampuan petugas puskesmas, dalam mengendalikan penyakit malaria.
Menurut Wirda, malaria merupakan salah satu penyakit tular vekstor Nyamuk yang hingga saat ini masih jadi permasalahan kesehatan masyarakat.
Dia menyebut, vektor adalah parasit pada Nyamuk yang kemudian menularkan virus terhadap manusia, baik pria dan wanita, anak kecil atau orang dewasa, bahkan bayi.
Dikatakannya, sesuai keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 293/MENKES/SK/IV/2009 tentang eliminasi malaria di Indonesia dan surat edaran Menteri Dalam Negeri kepada seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota Nomor 443.41/465/SJ/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Eliminasi Malaria di Indonesia bahwa untuk mencapai eliminasi malaria secara nasional, pencapaiannya dilakukan bertahap mulai dari tahun 2010 sampai seluruh Wilayah Indonesia dinyatakan bebas malaria selambat-lambatnya tahun 2030.
Dengan begitu, kata dia, keberhasilan pengendalian malaria, hanya dengan melakukan pengendalian vektor.
“Jika vektor dapat dikendalikan dengan baik, maka penularan penyakit dapat dihindari,” sebutnya.
Dia menjelaskan, dalam pengendalian vektor Nyamuk, harus dilakukan secara komprehensif, meliputi upaya pengenalan bio-ekologi vektor, perilaku vektor, status resistensi vektor, efikasi intektisida dan kegiatan pengendalian vektor.
Dimana dalam pelatihan Entemologi Malaria ini menurutnya, diikuti oleh tenaga kesehatan puskesmas di Kota Ternate sebanyka 21 orang. Kemudian peserta pelatihan dituntun agar benar-benar memahami bionomik nyamuk Anopheles sp, identifikasi nyamuk Anopheles sp, survei malaria, pemetaan vektor malaria, vektor pengendalian malaria, dan pencatatan dan pelaporan menggunakan aplikasi.
Dia menambahkan, untuk jumlah kasus Malaria yang tercatat di Dinkes Kota Ternate, hingga saat ini sebanyak 15 kasus, sejak Januari hingga Oktober 2023.
“Jumlah tersebut adalah kasus impor, artinya kasus yang sumber penularannya dari luar Kota Ternate. Bukan Kasus Indigenous yaitu kasus Malaria yang sumber penularannya berasal dari wilayah Kota Ternate,” tutupnya.*
Editor : Redaksi

