“Saya usulkan, Pemda segera mengusulkan jeda sementara waktu seluruh perusahan tambang di Halmahera Tengah,”
WEDA – Meski dua orang warga Halmahera Tengah (Halteng) telah dinyatakan positif Covid-19 namun aktivitas masyarakat di ruang publik dan pusat perbelanjaan seperti pasar, pertokoan dan perbankan masih tampak ramai.
Melihat kondisi tersebut, warga tampak khawatir dengan adanya kasus positif Covid-19, namun di sisi yang lain, kekhawatiran warga tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pasalnya aktivitas masyarakat tampak seperti biasa saja seakan-akan tak ada pandemi yang mengancam.
Terkait hal itu menurut Sekretaris Komisi III DPRD Halteng, Munadi Kilkoda yang juga ketua AMAN Malut kepada Fajar Malut mengatakan diawal rapat dengan Satgas dirinya telah menyampaikan seluruh pihak harus analisa situasi terburuk dapat terjadi, sehingga bisa menyiapkan skenario penanganannya.
Hal itu berkaitan dengan sumber daya dalam penanganan kasus tersebut. “Sanggup atau tidak sanggup sumber daya kita itu bisa kita ukur di awal sebelum masalah ini ada, kalau ternyata sumber daya kita baik anggaran dan kebutuhan lain tidak bisa menanggulangi situasi terburuk, maka langkah ikhtiar kita melalui pencegahan masuknya virus ini ke Halteng harus dimaksimalkan,” ucap Munadi.
Kata Munadi kondisi terburuk sudah terjadi. Sudah ada pasien yang positif. Untuk itu Satgas harus lebih serius. Langkah yang sudah dilakukan harus dimaksimalkan lagi. “Saya usul supaya segera dibatasi bila untuk sementara waktu pintu masuk ke Halteng ditutup, dengan pengecualian untuk angkutan barang, pertamina, medis, bisa masuk,” akunya.
“Lalu harus ada promosi dan edukasi sebagai bagian penyadaran masyarakat. Sejauh ini saya kira proses tersebut tidak berjalan secara intens, padahal physical distancing bisa terjadi kalau masyarakat sadar akan bahaya virus ini,” terangnya.
Munadi berharap kerumunan orang di tempat-tempat tertentu juga segera dibatasi, misalnya di pasar, termasuk di perusahan. “Saya usulkan, Pemda segera mengusulkan jeda sementara waktu seluruh perusahan tambang di Halmahera Tengah,” tegasnya.
Munadi juga minta seluruh karyawan PT. Tekindo melakukan rapid test. “Saya melihat kerumunan itu terjadi secara aktif dan terkesan dibiarkan, tidak ada yang atur,” tukasnya. Politisi Nasdem itu mengaku Satgas sebaiknya fokus pada pencegahan penyebaran virus corona, karena ini berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia.
“Saya juga apresiasi dengan langkah Pemda yang terus mendorong penanganan dampak sosial ekonominya, namun alangkah baiknya energy lebih banyak diarahkan dalam upaya pencegahan,” tandasnya.
Munadi mengaku harus ada evaluasi kinerja Satgas Kabupaten. Pasalnya banyak Satgas di kecamatan yang sudah tidak bekerja. Padahal lanjut dia, mereka itu garda terdepan yang berinteraksi dengan masyarakat. Untuk itu, Satgas Kabupaten harus sport mereka. “Dukungan operasional harus lebih besar dari yang disiapkan sebelumnya. Berikan penugasan ke mereka. Lengkapi kebutuhan alat penanganan dll, saya yakin kalau itu dilakukan mereka akan maksimal bekerja melakukan pencegahan,” tegasnya. (udy)

