BKPSDM Kepsul Akui TPP Guru Terlambat

Kepala BKPSDM Kepsul, Imran Umalekhoa

SANANA – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Imran Umalekhoa mengakui proses pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang paling terlambat adalah pegawai guru.

Keterlambatan itu, disebabkan karena jumlah sekolah yang terlalu banyak, sehingga pencairan sering kali tertunda. “Sekolah terlalu banyak, makanya proses TPP untuk guru itu paling terlambat,” kata Imran saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (18/5).

Memasuki Mei ini, Imran mengatakan, TPP untuk guru yang baru berhasil pencairan yakni bulan Januari. Sementara Februari hingga April, masih dalam tahapan pengurusan. “Sekarang ini mereka sedang mengurus untuk Februari. Yang terlambat itu karena dari guru,” ujarnya.

Meskipun terlambat, lanjutnya, yang jelas akan tetap diterima oleh guru. Yang ditakutkan itu, jika terlambat maka jatah TPP-nya akan hangus. “Kan biar terlambat tapi akan ambil saja. kecuali yang terlambat tidak bisa ambil TPP,” ungkap Imran.

Sementara untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melekat di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Imran menambahkan, dari Januari hingga Maret sudah selesai dicairkan.” Sekarang ini sedang proses untuk April. Hampir semua OPD yang sudah masukkan berkasnya ke kita, tinggal beberapa OPD saja yang belum memasukkan berkasnya. Jika semuanya sudah dimasukkan, maka kita serahkan ke bagian Keuangan untuk lakukan pencairan,” pungkasnya.(nai)