LABUHA – Kepedulian Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hasan Ali Bassam Kasuba, tidak hanya pada kegiatan sosial dan Keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian bahasa daerah, salah satunya bahasa dari suku Makian Kayoa (Makayoa), khusus Makian Dalam.
Ini ditunjukkan saat membuka secara resmi bimbingan teknis pengajar utama revitalisasi bahasa daerah Makian Dalam bertempat di Hotel Batik Ternate. Hal itu sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi sebelumnya menghadirkan 40 orang Guru asal Makian Dalam yang terdiri dari 26 Guru SD dan 14 Guru SMP.
Mereka nantinya disiapkan menjadi pengajar utama terlatih agar dapat mengimplementasikan apa yang diperoleh dari Bimtek kepada orang sekitar dan para siswa (penutur muda).
“Kami akan mempertahankan Bahasa Daerah dan rencananya Pembelajaran Bahasa Makian Dalam di semua jenjang pendidikan dasar di Pulau Makian yang akan dimulai pada tahun pembelajaran 2024 – 2025,” kata Bassam dalam sambutannya.
Bassam mengaku bersyukur bisa kembali hadir dan bersilaturahmi dengan para guru asal Makian Dalam. Ia berharap, momentum ini benar-benar membawa manfaat khususnya dalam membuat bahasa daerah bisa dituturkan oleh generasi muda di Halsel.
“Saya ucapkan selamat mengikuti Bimtek, bersama kita lestarikan bahasa daerah khususnya di Halsel punya banyak ragam bahasa yang harus kita lestarikan,’Tutur ucapnya
Dalam kegiatan itu, Bassam juga menjadi Narasumber pertama pada Bimtek Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Makian Dalam. Dihadapan peserta, Bupati mendorong terwujudnya penutur muda yang aktif berbahasa daerah salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan pembiasaan.
“Anak muda sekarang dalam story atau caption di sosial media adakah yang menggunakan bahasa daerah, sangat jarang kita dapati. Karenanya harus dibiasakan, anak muda cenderung malu menggunakan bahasa daerah karena tidak terbiasa,” ujarnya.
Menurutnya, implementasi bahasa Makian Dalam pada ranah keluarga dapat dilakukan dengan pembiasaan berbicara atau bercerita menggunakan bahasa Makian Dalam di lingkungan rumah, pada ranah komunitas maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, juga perlu pembiasaan melalui muatan lokal di sekolah dan para guru tentunya sangatlah berperan dalam menyukseskan program revitalisasi bahasa daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Bassam Kasuba tahun ini akan memberangkatkan 6 orang siswa asal Makian Dalam untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Nasional dan bertemu langsung dengan Mendikbud Ristek di Jakarta.
Pewarta : Nandar Jabid
Editor : Zulkifli Hi Saleh

