8 Korban Banjir Bandang Rua Ternate Belum Ditemukan

TERNATE- Hujan deras yang melanda Kota Ternate pada Minggu (25/8/2024) dini hari mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate. Bencana ini mengakibatkan sejumlah warga di kelurahan tersebut meninggal dunia.

Bahkan, akses jalan di kelurahan tersebut tidak bisa dilalui dan sempat terjadi pemadaman listrik meski akhirnya sudah bisa diatasi PLN, dan sampai pukul 18.00 WIT proses evakuasi dan pencarian korban di hari pertama ditunda, sementara warga korban bencana yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal sebanyak 12 orang.

Sementara sampai, proses evakuasi ditunda masih tercatat sebanyak 8 orang yang belum ditemukan, jumlah ini sesuai dengan laporan keluarga korban ke posko pengaduan yang disiapkan Pemkot Ternate dan tim gabungan TNI/Polri.

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly yang didampingi Kapolres Ternate, Dandim 1501 dan Kepala Basarnas mengatakan, proses evakuasi korban banjir bandang pada hari pertama dihentikan pada pukul 18.00 WIT, dan proses evakuasi serta pembersihan lokasi banjir dilanjutkan pada Senin (26/8/2024).

Dia menyebut, pada hari pertama tim gabungan berhasil melakukan evakuasi korban meninggal sampai pukul 18.00 berjumlah 12, dari jumlah itu sebanyak 7 orang terindentifikasi oleh Dokes Polda Malut sementara 4 orang langsung diidentifikasi oleh keluarga dan 1 orang baru dievakuasi tim gabungan jelang magrib.

“Ada anak usia dibawah umur namanya Raika (10) siswa kelas V SD, dan proses evakuasi dilanjutkan besok, tim masih akan bekerja besok (Senin) dan diduga masih ada beberapa korban lagi yang masih tertumpuk material lumpur banjir bandang,” sebutnya.

Dikatakan Rizal, berdasarkan laporan dari warga yang juga kerabat para korban ke posko pengaduan yang disiapkan Pemkot Ternate dan tim gabungan berkisar 8 orang yang belum dievakuasi.
“Jumlah 8 orang ini sesuai laporan keluarga ke posko pengaduan sampai [ada sore ini,” katanya.

Pemkiot sendiri kata dia, telah menetapkan status tanggap darurat untuk bencana di Kelurahan Rua, dan masa tanggap darurat ini sendiri berlaku selama dua pekan, terhitung mulai Minggu (25/8/2024).

“Tadi juga eksavator yang dikerahkan ke lokasi sebanyak 7 unit dengan dum truck 3 unit,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya juga telah menyiapkan lokasi SMK Negeri 4 Kota Ternate sebagai lokasi pengungsian, meski ada sebagiannya juga mengungsi ke keluarga terdekat di sekitar kelurahan Rua.

“Kami juga sudah menghimbau kepada warga untuk mengantisipasi banjir susulan maka pada malam hari warga sudah bisa menempati lokasi pengungsi yang telah disiapkan di SMK 4,” tandasnya.

Sementara, jumlah rumah yang terdampak musibah banjir bandang sendiri mencapai 26 unit, dengan klasifikasi rusak ringan, sedang dan rusak berat. “Proses evakuasi ini akan kita mulai pada Senin besok pukul 07.00 WIT,” tegasnya.*
Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait