Banjir Susulan, Pencarian Satu Korban di Kelurahan Rua Terhenti

TERNATE – Proses pencarian dan evakuasi korban banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate pada hari keempat terhenti akibat cuaca, dimana pada Rabu (28/8/2024) sempat terjadi hujan dipuncak gunung sehingga mengakibatkan banjir yang melanda lokasi banjir bandang.

Hal ini mengakibatkan sejumlah alat berat harus dievakuasi dari lokasi banjir, yang mengakibatkan proses pencarian satu korban banjir bandang harus dihentikan sementara, sejak pukul 11.35 sampai sore hari.

Bahkan, untuk memastikan kondisi debit air dialiran sungai, maka tim Basarnas menerbangkan tiga buah drone untuk melakukan pengecekan terhadap aktivitas air di sungai setempat.

Ketua Tim Tanggap Darurat Rizal Marsaoly mengatakan, pencarian korban pada hari keempat ini sempat terkendala dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

“Ini kemudian mempengaruhi tim gabungan dalam hal ini Basarnas, TNI/Polri dan relawan untuk melakukan evakuasi dilapangan, sampai sekarang sudah tiga kali tim SAR ditarik karena tiba-tiba cuaca berubah diatas gunung gamalama,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan dari tim gabungan menyebutkan masih ada sejumlah tumpukan material yang mengarah ke kelurahan Rua diatas lereng sungai yang mengarah ke kelurahan tersebut baik tanah maupun batu.

Bahkan kata dia, dalam rapat yang digelar dengan Deputi BNPB, BPJN, BWS dan Kepala BPBD Provinsi juga dibahas pasca tanggap darurat, dimana berkaitan dengan mekanisme dan tata cara persiapan relokasi bagi warga. “Karena disana itu warga sudah tidak lagi kembali kesitu, dan Pemerintah sudah menyiapkan lahan 2,6 hektar di kelurahan Jambula yang diperuntukan bagi bangunan para pengungsi,” katanya.

Lanjut Rizal, jumlah rumah terdampak yang saat ini mencapai 26 unit itu jumlah berpotensi bertambah, karena radius evakuasi warga diperluas, meskipun rumah warga saat banjir bandang kemarin tidak rusak, namun jika berpotensi maka bencana maka dia tetap masuk pada zona yang akan dilakukan relokasi oleh pemerintah.

“Untuk rumah yang mana saja, saat ini tim dari Disperkim Kota maupun Provinsi sementara melakukan pendataan dilapangan, nantinya kita juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi ke warga, tapi dari informasi yang kami himpun rata-rata mereka tidak mau tinggal disitu,” tandasnya.*
Editor : Hasim Ilyas