TERNATE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) dan Bawaslu Maluku Utara menggelar program “Bawaslu Ngampus” yang dipusatkan di Universitas Khairun, Kota Ternate, pada Kamis (5/9/2024).
Pada kegiatan ini menghadirkan sekitar 300 mahasiswa dari berbagai jurusan, organisasi, dan kampus di Kota Ternate. Yang di hadiri Rektor Unkhair Dr. Ridha Adjam, dan tiga narasumber yakni Nurdin I Muhammad Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Maluku Utara, Rajif Duchlun jurnalis halmaheranesia, dan akademisi Unkhair Dr. Sultan Alwan.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Maluku Utara Rusli Saraha mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda Bawaslu RI yang dilaksanakan di 50 kampus se-Indonesia, termasuk di Maluku Utara.
“Bawaslu Ngampus adalah bagian dari kegiatan edukasi mahasiswa agar terlibat dalam pengawasan Pilkada nanti,” katanya.
Rusli mengaku, melalui program ini para mahasiswa diboboti dengan berbagai materi tentang indeks kerawanan Pilkada, di antaranya isu politik uang, integritas penyelenggara pemilu, hingga politisasi SARA. Selain itu, juga tentang penggunaan media sosial yang baik saat Pilkada.
“Kami berharap mahasiswa terlibat memberi penyadaran pada masyarakat agar menghindari praktik yang mencederai muruah demokrasi,” pintanya.
Dia menyebut, konflik akibat isu SARA akan sangat berpotensi terjadi pada momentum Pilkada. Sehingga, semua kalangan, termasuk mahasiswa harus dilibatkan.
“Utamanya dalam penyebaran informasi di media sosial. Jangan sampai ikut terlibat dalam memberikan informasi hoaks yang dampaknya mengganggu tahapan Pilkada,” katanya.
Rusli juga meminta, para mahasiswa ikut terlibat mengawasi praktik politik uang yang sudah menjamur di Maluku Utara, karena sanksi bagi pelaku ‘money politik’ sangat berat.
“Komitmen teman-teman mahasiswa untuk terlibat mengawal tahapan Pilkada sangat membantu kami untuk mendorong Pilkada Malut berjalan damai dan aman,” ungkapnya.
Sementara Rektor Unkhair Ridha Ajam berharap, melalui kegiatan Bawaslu, mahasiswa ikut tercerahkan dan bisa berpartisipasi untuk memastikan Pilkada Malut berlangsung aman dan damai, sehingga menghasilkan pemimpin yang bijak dan arif.
“Kegiatan ini tentunya sangat penting, sebagai wadah untuk memberikan edukasi bagi mahasiswa agar ikut mengawasi Pilkada dan menjamin proses demokrasi berjalan sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya.*
Editor : Hasim Ilyas

